TCI N0067 N-(1-Naphthyl)phthalamic Acid adalah senyawa organik turunan asam ftalamat yang membawa gugus naftil pada nitrogen amidanya. Bahan ini dikenal luas di kalangan peneliti fisiologi tumbuhan karena kemampuannya berinteraksi dengan sistem transport auksin, sehingga sering dijadikan alat bantu untuk mempelajari pergerakan hormon pertumbuhan di jaringan tanaman. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai reagen penelitian sekaligus bahan baku sintesis pada pembuatan turunan amida aromatik yang lebih kompleks. Sediaan dari TCI dikemas dalam ukuran yang praktis untuk skala percobaan.
Karakteristik yang membuat bahan ini dipilih adalah strukturnya yang menggabungkan cincin naftalena bersifat hidrofobik dengan gugus asam karboksilat bebas dan ikatan amida. Kombinasi ini memberi sifat kelarutan yang khas: relatif rendah di air netral namun meningkat pada kondisi basa karena deprotonasi gugus karboksilat, sementara pelarut organik polar seperti dimetil sulfoksida dan aseton umumnya menjadi pilihan untuk menyiapkan larutan stok. Bentuk padatan kristalinnya memudahkan penimbangan akurat dan membuat penyimpanan jangka panjang lebih stabil dibandingkan sediaan cair. Kemurnian tinggi khas TCI menjaga reprodusibilitas antar batch percobaan.
Di laboratorium Indonesia, bahan ini paling sering ditemui pada riset bioteknologi pertanian, kultur jaringan tanaman, dan program pemuliaan di perguruan tinggi maupun balai penelitian. Kemasan 10 gram cocok untuk kebutuhan riset skala laboratorium yang menggunakan larutan pada konsentrasi mikromolar, sehingga satu botol dapat menunjang banyak rangkaian perlakuan. Dokumentasi teknis yang menyertai produk TCI membantu penyusunan laporan penelitian dan pemenuhan persyaratan audit internal institusi.
- Studi transport auksin pada tanaman, karena senyawa ini dikenal memengaruhi pergerakan auksin polar sehingga membantu peneliti memetakan jalur distribusi hormon di jaringan.
- Percobaan kultur jaringan tanaman, di mana bahan ini digunakan sebagai perlakuan untuk mengamati respons pembentukan akar, tunas, dan pola diferensiasi eksplan.
- Riset fisiologi perkembangan akar lateral, sebab modulasi transport auksin memberikan gambaran jelas tentang mekanisme percabangan akar pada tanaman model maupun tanaman budidaya.
- Bahan baku sintesis organik untuk membuat turunan amida aromatik, karena gugus karboksilat bebas dan cincin naftalena menyediakan titik reaksi yang mudah dimodifikasi lebih lanjut.
- Penyusunan standar pembanding pada analisis kromatografi, mengingat kemurniannya yang terjaga memungkinkan identifikasi puncak dan kalibrasi metode berjalan konsisten antar pengujian.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 132-66-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 10 g |
| Bentuk fisik | padatan kristalin |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, terlindung dari cahaya, dan wadah tertutup rapat |
Simpan produk dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di lemari bahan kimia yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sinar matahari langsung serta sumber panas. Gunakan sendok atau spatula bersih dan kering setiap kali mengambil bahan agar tidak terjadi kontaminasi silang maupun penyerapan uap air. Pengguna sebaiknya mengenakan sarung tangan, jas laboratorium, dan kacamata pelindung, serta bekerja di dalam lemari asam ketika menimbang serbuk untuk menghindari terhirupnya partikel halus. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, dan cuci tangan setelah penanganan selesai. Limbah serta wadah bekas dikumpulkan sesuai prosedur pengelolaan limbah kimia institusi.
- Wu dkk. (1996). The Auxin Transport Inhibitor N-(1-Naphthyl)phthalamic Acid Elicits Pseudonodules on Nonnodulating Mutants of White Sweetclover. Plant Physiology doi:10.1104/pp.110.2.501
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
