5-Chloro-2-methylbenzonitrile adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik. Bahan ini memiliki struktur yang sederhana namun sangat penting dalam pembentukan senyawa kompleks, terutama dalam bidang kimia organik dan farmasi. Senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa aromatik dan heterosiklik. Dalam laboratorium, bahan ini berperan sebagai komponen dasar yang mendukung pengembangan senyawa baru dengan sifat tertentu.
5-Chloro-2-methylbenzonitrile memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktivitas yang baik terhadap berbagai reaksi kimia. Struktur molekulnya memungkinkan reaksi substitusi dan reaksi elektrofilik yang efektif, sehingga memudahkan proses sintesis. Keberadaan klorin dan nitril dalam molekulnya juga memberikan keunikan pada sifat reaktivitas dan kemampuan untuk membentuk senyawa dengan variasi struktur.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, bahan ini sangat relevan untuk penelitian dan pengembangan senyawa kimia, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Ketersediaan bahan ini mendukung kegiatan eksperimen yang membutuhkan komponen dasar dalam sintesis senyawa organik.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa aromatik kompleks untuk pengembangan obat
- Reaksi substitusi nitril untuk modifikasi struktur molekul
- Pembuatan senyawa heterosiklik dalam penelitian farmasi
- Pengujian reaktivitas senyawa dalam reaksi elektrofilik
- Penelitian tentang sifat kimia senyawa aromatik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 50712-70-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung |
5-Chloro-2-methylbenzonitrile harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini bersifat kimia yang relatif stabil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Dalam laboratorium, bahan ini sebaiknya ditangani dengan sarung tangan dan alat pelindung lainnya untuk meminimalkan risiko paparan. Penyimpanan yang tepat akan memastikan kualitas bahan tetap terjaga selama penggunaan.
—

