Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 1829-32-9

3-Chlorosalicylic Acid, CAS 1829-32-9, TCI C3522

3-Chlorosalicylic Acid, CAS 1829-32-9, TCI C3522

Identitas Kimia

Nama lain
3-Chloro-2-hydroxybenzoic Acid
No. CAS
1829-32-9
PubChem
CID 74585·SID 468591133
Rumus molekul
C7H5ClO3
Berat molekul
172.56 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)(T)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
3-chloro-2-hydroxybenzoic acid
SMILES
C1=CC(=C(C(=C1)Cl)O)C(=O)O
InChIKey
PPINMMULCRBDOS-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00010390
Harga reguler Rp 900.900,00
Harga reguler Rp 645.750,00 Harga obral Rp 900.900,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

3-Chlorosalicylic Acid adalah turunan asam salisilat yang membawa satu atom klor pada posisi 3, bersebelahan dengan gugus hidroksil fenolik. Asam salisilat dan turunannya adalah kelompok senyawa klasik dalam kimia organik dan farmasi. Kerangkanya menggabungkan gugus karboksilat dan hidroksil pada posisi orto. Di laboratorium, bahan ini berperan sebagai non-heterocyclic building block untuk sintesis turunan salisilat tersubstitusi, ligan kelat, serta molekul bioaktif yang memerlukan pola klorinasi spesifik pada cincin aromatik.

Pasangan gugus hidroksil dan karboksilat pada posisi orto membentuk ikatan hidrogen intramolekul dan memberi kemampuan kelat yang kuat terhadap berbagai ion logam. Atom klor di posisi 3 menarik elektron dan meningkatkan hambatan sterik di sekitar gugus hidroksil. Akibatnya, keasaman, kelarutan, dan perilaku koordinasinya berbeda dari asam salisilat biasa. Ketiga gugus fungsi ini dapat dimodifikasi secara terpisah melalui esterifikasi, amidasi, atau eterifikasi, sehingga peneliti punya banyak pilihan rute sintesis.

Bagi laboratorium Indonesia, 3-Chlorosalicylic Acid sesuai untuk kelompok riset kimia medisinal yang mempelajari turunan salisilat, laboratorium kimia koordinasi yang membuat kompleks logam, dan peneliti material yang merancang ligan untuk kerangka logam-organik. Kemasan 1g ideal untuk tahap eksplorasi, sintesis skala kecil, dan pembuatan senyawa pembanding. Bahan ini juga dapat memperkaya praktikum lanjut tentang efek substituen pada sifat asam aromatik.

  • Sintesis turunan salisilamida dan ester: gugus karboksilat mudah diubah menjadi amida atau ester untuk membangun seri analog dalam studi hubungan struktur-aktivitas.
  • Ligan kelat untuk kompleks logam: pasangan hidroksil-karboksilat pada posisi orto mengikat ion logam secara bidentat, sehingga cocok untuk riset kimia koordinasi.
  • Perancangan linker kerangka logam-organik: gugus fungsi yang mampu berkoordinasi menjadikannya kandidat unit penyusun material berpori dalam riset material skala laboratorium.
  • Studi efek substituen pada keasaman: atom klor di dekat gugus hidroksil memberi contoh nyata pengaruh elektronik dan sterik terhadap keasaman dan ikatan hidrogen.
  • Senyawa pembanding analitik: struktur yang terdefinisi baik membuatnya berguna sebagai acuan dalam kromatografi untuk identifikasi turunan salisilat terklorinasi.

Merek TCI (kode produk C3522)
Nomor CAS 1829-32-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1g
Bentuk fisik padatan (rincian lengkap mengacu pada label dan sertifikat analisis produk)
Penyimpanan wadah tertutup rapat, tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya

Simpan 3-Chlorosalicylic Acid dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, berventilasi baik, dan terlindung dari cahaya langsung, sesuai petunjuk pada label. Sebagai asam aromatik, bahan ini dapat mengiritasi kulit, mata, dan saluran pernapasan. Karena itu, kenakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, serta hindari terhirupnya debu. Timbang di area berventilasi atau lemari asam. Jauhkan dari basa kuat dan oksidator kuat, buang limbah sesuai prosedur, dan baca SDS sebelum pemakaian.

  • Sofia (2008). Comparative Antiphlogistic Activity of Meseclazone, 5-Chlorosalicylic Acid, Acetylsalicylic Acid, Phenylbutazone, Indomethacin and Hydrocortisone in Various Rat Paw Edema Models. Pharmacology doi:10.1159/000136760
  • Kök (2020). Improving of callus formation in ‘Syrah’/‘110R’ combination by 5-chlorosalicylic acid and thidiazuron treatments. Acta Horticulturae doi:10.17660/actahortic.2020.1276.14
  • Dr.Hemendra H Bhatt (2020). A Photophysical and Computational Study of 5-Chlorosalicylic Acid and Derivatives Featuring Thiadiazole, Oxadiazole, and Triazole Scaffolds. Vidhyayana doi:10.58213/9k1rtq07

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.