Calcium iodide (CaI₂) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan laboratorium. Produk ini merupakan bentuk padat dari senyawa ini, yang memiliki sifat larut dalam air dan digunakan sebagai bahan bantu dalam reaksi kimia. Dalam laboratorium, senyawa ini sering ditemukan dalam proses analisis kimia, sintesis senyawa, dan sebagai reagen dalam reaksi redoks. Karena sifatnya yang stabil dan reaktif, calcium iodide menjadi pilihan yang tepat untuk berbagai aplikasi ilmiah.
Calcium iodide memiliki karakteristik yang membuatnya diminati dalam laboratorium. Senyawa ini memiliki kemampuan untuk membentuk larutan yang dapat digunakan dalam berbagai reaksi kimia. Selain itu, ia juga memiliki sifat sebagai penghantar ion, yang memungkinkan penggunaannya dalam proses elektrolisis dan penyetaraan reaksi. Karena sifat kimianya yang netral dan tidak mudah bereaksi secara berlebihan, calcium iodide menjadi pilihan yang aman dan efektif untuk berbagai eksperimen.
Di lingkungan laboratorium Indonesia, calcium iodide digunakan secara luas dalam pendidikan dan penelitian. Banyak institusi pendidikan tinggi dan laboratorium penelitian menggunakan senyawa ini untuk mengajar konsep-konsep dasar kimia, seperti reaksi redoks dan proses pelarutan. Ketersediaan dan kualitasnya yang baik menjadikannya bahan yang relevan dan praktis untuk kebutuhan lokal.
- Sebagai reagen dalam reaksi redoks untuk menghasilkan ion iodida yang stabil
- Digunakan dalam proses sintesis senyawa organik untuk mengatur lingkungan reaksi
- Dapat berfungsi sebagai penghantar ion dalam eksperimen elektrolisis
- Mempercepat proses pelarutan dalam analisis kimia kuantitatif
- Digunakan dalam penyetaraan reaksi kimia untuk mengontrol jumlah ion yang terlibat
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 10102-68-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Main-group Elements |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari kelembapan |
Calcium iodide harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber air untuk mencegah kelembapan yang dapat menyebabkan penurunan kualitas. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penggunaan, pastikan untuk mengenakan sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Selain itu, jangan menyimpannya di tempat yang terkena sinar matahari langsung atau suhu tinggi.
- Patil dkk. (1991). Thermodynamic properties of aqueous electrolyte solutions. 2. Vapor pressure of aqueous solutions of sodium bromide, sodium iodide, potassium chloride, potassium bromide, potassium iodide, rubidium chloride, cesium chloride, cesium bromide, cesium iodide, magnesium chloride, calcium chloride, calcium bromide, calcium iodide, strontium chloride, strontium bromide, strontium iodide, barium chloride, and barium bromide. Journal of Chemical & Engineering Data doi:10.1021/je00002a021
- Rowe dkk. (2013). Double Salts Iodide Scintillators: Cesium Barium Iodide, Cesium Calcium Iodide, and Barium Bromine Iodide. Crystal Research and Technology doi:10.1002/crat.201300010
- Novosad (1999). Luminescence properties of calcium-iodide crystals. Technical Physics doi:10.1134/1.1259267
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
