Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 7681-82-5

Natrium Iodida – Sodium Iodide, CAS 7681-82-5, TCI S0564

Natrium Iodida – Sodium Iodide, CAS 7681-82-5, TCI S0564

Identitas Kimia

Nama lain
NaI
No. CAS
7681-82-5
PubChem
CID 5238·SID 125307154
Rumus molekul
INa
Berat molekul
149.8942 g/mol
Kemurnian
>99.0%(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
sodium iodide
SMILES
[Na+].[I-]
InChIKey
FVAUCKIRQBBSSJ-UHFFFAOYSA-M
Harga reguler Rp 1.008.000,00
Harga reguler Rp 720.300,00 Harga obral Rp 1.008.000,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Sodium Iodide (NaI) adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai eksperimen laboratorium. Sebagai garam alkali dari iodida, NaI memiliki sifat kimia yang stabil dan mudah larut dalam air. Bahan ini sering digunakan dalam reaksi kimia sebagai sumber ion iodida, yang berperan sebagai katalis, reagen, atau dalam proses analisis kuantitatif. Dalam bidang kimia anorganik, NaI juga digunakan untuk menghasilkan senyawa lain yang mengandung iodida.

Sodium Iodide memiliki karakteristik yang membuatnya menjadi pilihan yang baik dalam laboratorium. Ia bersifat tidak beracun dalam dosis kecil dan mudah disimpan, sehingga memudahkan penggunaan dalam berbagai skenario. Selain itu, NaI memiliki kemampuan untuk bereaksi dengan berbagai senyawa kimia, memungkinkan terjadinya reaksi kimia yang kompleks. Karena sifatnya yang tidak beracun dan mudah diperoleh, NaI menjadi bahan yang populer dalam laboratorium.

Di laboratorium Indonesia, Sodium Iodide digunakan dalam berbagai penelitian dan eksperimen kimia. Bahan ini sering dipakai dalam analisis kimia, pembuatan senyawa organik, serta dalam proses analisis kualitatif. Karena kehandalannya dan keamanannya, NaI menjadi bahan yang sangat diminati oleh para peneliti dan mahasiswa di berbagai institusi pendidikan tinggi dan lembaga riset di Indonesia.

  • Dalam analisis kuantitatif, NaI digunakan sebagai reagen untuk menghasilkan senyawa iodida yang diperlukan dalam reaksi kimia.
  • Sodium Iodide cocok untuk proses sintesis senyawa organik karena kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi substitusi nukleofilik.
  • Bahan ini digunakan dalam eksperimen kimia anorganik untuk menghasilkan senyawa lain yang mengandung iodida.
  • Sodium Iodide sering dipakai dalam reaksi redoks karena kemampuannya untuk berperan sebagai agen reduktor.
  • NaI sangat berguna dalam proses analisis kualitatif untuk mengidentifikasi ion iodida dalam larutan.

Dari brosur TCI

  • Aditif dalam kondisi reductive cross-electrophile coupling (Zn, NaI, TFA, DMA, 80˚C)

Merek TCI
Nomor CAS 7681-82-5
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Main-group Elements
Ukuran kemasan 300g
Bentuk fisik Serbuk kristal
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari kelembapan

Sodium Iodide harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan ditempatkan di suhu kamar yang sejuk serta kering. Bahan ini tidak beracun dalam dosis kecil, tetapi tetap harus dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan tahan korosi, seperti plastik atau keramik. Dalam laboratorium, NaI harus disimpan terpisah dari bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reduktif untuk mencegah reaksi tidak diinginkan.

  • Matsuda dkk. (1997). A Homozygous Missense Mutation of the Sodium/Iodide Symporter Gene Causing Iodide Transport Defect1. The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism doi:10.1210/jcem.82.12.4425
  • Matsuda (1997). A Homozygous Missense Mutation of the Sodium/Iodide Symporter Gene Causing Iodide Transport Defect. Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism doi:10.1210/jc.82.12.3966
  • &NA; (2006). SODIUM IODIDE SYMPORTER (hNIS) GENE TRANSFER PERMITS NON-INVASIVE REPORTER GENE IMAGING IN CARDIAC TRANSPLANTATION.. Transplantation doi:10.1097/00007890-200607152-02936

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

Referensi dari brosur TCI

  1. Alexander J. Rago. Di(2-picolyl)amines as Modular and Robust Ligands for Nickel-Catalyzed C(sp2)–C(sp3) Cross-Electrophile Coupling Organic Letters, 2022. doi:10.1021/acs.orglett.2c03346
  2. Eric C. Hansen. Coupling of Challenging Heteroaryl Halides with Alkyl Halides via Nickel-Catalyzed Cross-Electrophile Coupling The Journal of Organic Chemistry, 2017. doi:10.1021/acs.joc.7b01334
  3. Jiantao Fu. Nickel-Catalyzed Electrochemical Reductive Cross-Electrophile Coupling of Alkylpyridinium Salts and Aryl Halides , 2022. doi:10.26434/chemrxiv-2022-69tc7-v2