2-Chloro-4-hydroxybenzaldehyde dari TCI adalah aldehida aromatik yang membawa atom klorin pada posisi 2 dan gugus hidroksil fenolik pada posisi 4 cincin benzena. Kombinasi tiga gugus fungsi yang berbeda dalam satu cincin kecil menjadikan senyawa ini building block non-heterosiklik yang sangat fleksibel. Di laboratorium, bahan ini dipakai sebagai titik awal sintesis berbagai senyawa aromatik tersubstitusi, mulai dari intermediat farmasi hingga bahan untuk riset material organik.
Gugus aldehida dapat menjalani kondensasi, aminasi reduktif, reaksi Wittig, maupun oksidasi dan reduksi, sementara gugus hidroksil fenolik mudah dialkilasi atau diesterifikasi. Atom klorin di posisi orto terhadap aldehida memberikan efek elektronik dan sterik yang memengaruhi reaktivitas serta konformasi produk. Karena ketiga gugus tersebut dapat dimodifikasi secara terpisah, peneliti memiliki keleluasaan menyusun urutan reaksi sesuai kebutuhan desain molekul.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini berguna bagi mahasiswa pascasarjana dan peneliti yang menyintesis basa Schiff, turunan kalkon, atau kumarin untuk uji aktivitas biologis, topik yang sangat umum di program studi kimia dan farmasi. Kemasan 1g dan 5g ideal untuk percobaan skala kecil yang terencana, serta membantu laboratorium menjaga kesegaran bahan karena aldehida aromatik sebaiknya tidak disimpan terbuka terlalu lama.
Produk TCI terkait
- 2-Chloro-6-hydroxybenzaldehyde, CAS 18362-30-6, TCI C3526
- 2,4,6-Tribromo-3-hydroxybenzaldehyde, CAS 2737-22-6, TCI T3392
- 4-(Benzyloxy)-2-hydroxybenzaldehyde, CAS 52085-14-0, TCI H1904
- 4-(Dimethylamino)-2-hydroxybenzaldehyde, CAS 41602-56-6, TCI D6362
- 5-(Chloromethyl)-2-hydroxybenzaldehyde, CAS 23731-06-8, TCI C3982
- 5-(tert-Butyl)-2-hydroxybenzaldehyde, CAS 2725-53-3, TCI B6598
- Sintesis basa Schiff dan ligan imina, karena gugus aldehida mudah berkondensasi dengan amina primer membentuk imina yang dapat dipakai sebagai ligan kompleks logam.
- Aminasi reduktif untuk membuat benzilamina tersubstitusi, karena aldehida bereaksi dengan amina lalu direduksi menjadi amina sekunder atau tersier yang berguna sebagai intermediat obat.
- Kondensasi Claisen-Schmidt menjadi turunan kalkon, karena aldehida aromatik ini bereaksi dengan asetofenon menghasilkan enon terkonjugasi yang banyak diteliti aktivitas biologisnya.
- Alkilasi gugus fenol untuk membuat eter aril, karena gugus hidroksil di posisi 4 dapat dimodifikasi dengan alkil halida sehingga sifat kelarutan dan lipofilisitas molekul bisa diatur.
- Penyusunan intermediat untuk riset material dan zat warna, sebab cincin aromatik dengan gugus penarik dan pendorong elektron cocok dikembangkan menjadi kromofor dan monomer fungsional.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 56962-11-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | silakan merujuk ke CoA dan label produk |
| Penyimpanan | ikuti kondisi pada label dan SDS dari TCI; lindungi dari udara dan cahaya |
Aldehida aromatik dapat teroksidasi perlahan menjadi asam karboksilat bila sering terpapar udara, sehingga wadah harus segera ditutup rapat setelah dipakai. Simpan di tempat sejuk, kering, dan gelap sesuai suhu pada label, jauh dari oksidator kuat dan basa kuat. Bila sering dibuka, pertimbangkan untuk mengisi ruang kepala botol dengan gas inert. Gunakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, serta timbang bahan di area berventilasi baik. Hindari menghirup debu dan kontak dengan kulit maupun mata. Baca SDS sebelum digunakan dan buang limbah sebagai limbah organik terhalogenasi.
—


