Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 7440-48-4

Kobalt – Cobalt (powder), CAS 7440-48-4, TCI C4049

Kobalt – Cobalt (powder), CAS 7440-48-4, TCI C4049

Identitas Kimia

No. CAS
7440-48-4
PubChem
CID 104730
Rumus molekul
Co
Berat molekul
58.93 g/mol
Kemurnian
>98.0%(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
cobalt
SMILES
[Co]
InChIKey
GUTLYIVDDKVIGB-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00010935
Harga reguler Rp 1.696.800,00
Harga reguler Rp 1.186.500,00 Harga obral Rp 1.696.800,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Cobalt (powder) dari TCI adalah logam kobalt dalam bentuk serbuk, unsur transisi golongan 9 yang dikenal karena sifat magnetik, ketahanan terhadap suhu tinggi, dan peranannya dalam berbagai sistem katalitik. Di laboratorium, serbuk kobalt digunakan sebagai bahan awal untuk sintesis senyawa dan kompleks kobalt, sebagai prekursor katalis, serta sebagai bahan riset material seperti paduan logam, bahan magnetik, dan material elektroda. Bentuk serbuk memudahkan penimbangan dan pencampuran dengan bahan lain.

Kobalt dipilih karena kemampuannya berada dalam beberapa keadaan oksidasi, terutama +2 dan +3, sehingga senyawanya aktif dalam reaksi redoks dan katalisis. Logam ini bersifat feromagnetik dan menjadi komponen penting dalam paduan tahan panas serta magnet permanen. Dalam teknologi energi, kobalt merupakan unsur kunci pada material katoda baterai litium-ion seperti litium kobalt oksida dan NMC, sehingga serbuk kobalt sering dipakai sebagai bahan awal dalam penelitian material baterai.

Di Indonesia, kebutuhan akan bahan riset kobalt terus meningkat seiring berkembangnya penelitian baterai, kendaraan listrik, dan pengolahan mineral nikel-kobalt. Laboratorium perguruan tinggi, lembaga riset energi, dan industri material dapat memanfaatkan serbuk ini untuk sintesis prekursor katoda, katalis, maupun studi metalurgi serbuk. Kemasan 25g dan 100g memberikan pilihan yang sesuai untuk eksperimen eksploratif maupun penelitian berkelanjutan.

Brosur TCI (PDF)

  • Sintesis prekursor material katoda baterai litium-ion, karena kobalt adalah komponen utama litium kobalt oksida dan NMC yang banyak diteliti untuk penyimpanan energi.
  • Pembuatan garam dan kompleks kobalt, karena serbuk logam dapat dilarutkan dalam asam yang sesuai untuk menghasilkan senyawa kobalt sebagai bahan awal kimia koordinasi.
  • Preparasi katalis heterogen, karena kobalt aktif dalam reaksi hidrogenasi, sintesis Fischer-Tropsch, dan berbagai transformasi redoks yang penting di bidang kimia industri.
  • Riset metalurgi serbuk dan paduan, karena serbuk kobalt dapat dicampur dan disinter bersama logam lain untuk membuat paduan tahan panas, karbida tersemen, dan material keras.
  • Studi material magnetik, karena kobalt bersifat feromagnetik sehingga cocok sebagai bahan awal untuk membuat dan mengkarakterisasi material magnetik dan nanopartikel logam.

Merek TCI
Nomor CAS 7440-48-4
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Transition Elements [Catalysis and Inorganic Chemistry]
Ukuran kemasan 25g, 100g
Bentuk fisik serbuk logam
Penyimpanan simpan kering dan tertutup rapat, jauh dari asam, oksidator, dan sumber api; ikuti label dan SDS dari TCI

Serbuk logam halus dapat mudah terbakar dan teroksidasi bila terpapar udara lembap dalam jangka panjang, sehingga simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat kering, sejuk, dan jauh dari sumber api, asam, serta oksidator kuat. Kobalt juga diketahui berpotensi menyebabkan sensitisasi kulit dan saluran pernapasan serta memiliki klasifikasi bahaya kesehatan jangka panjang, jadi hindari menghirup debu. Timbang di lemari asam atau glovebox, gunakan sarung tangan, kacamata pengaman, jas laboratorium, dan masker partikulat bila diperlukan. Baca SDS dan buang limbah sebagai limbah logam berat.

  • Berardi (2024). Comparison of the Cobalt Content in Needles Stainless Steel. PDA Journal of Pharmaceutical Science and Technology doi:10.5731/pdajpst.2024.012977
  • Manhas dkk. (1995). Spectral and magnetic studies on normal cobalt(II) planar and cobalt(III) octahedral, spin-crossover cobalt(III) octahedral and planar-tetrahedral cobalt(II) carbodithioates. Polyhedron doi:10.1016/0277-5387(95)00178-u
  • Siekierka dkk. (2022). Selective cobalt-exchange membranes for electrodialysis dedicated for cobalt recovery from lithium, cobalt and nickel solutions. Separation and Purification Technology doi:10.1016/j.seppur.2022.121695

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.