2,6-Diaminotoluene adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia yang memerlukan penggunaan amina aromatik. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan pembangun (building block) yang sangat penting dalam pembuatan senyawa heterosiklik atau senyawa dengan struktur kompleks.
2,6-Diaminotoluene memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktivitas yang cukup tinggi, sehingga cocok untuk berbagai reaksi seperti substitusi, reduksi, atau reaksi coupling. Karena struktur molekulnya yang sederhana namun fleksibel, senyawa ini bisa diubah menjadi berbagai senyawa dengan aplikasi beragam, seperti obat, bahan kimia industri, atau bahan baku untuk senyawa organik lainnya.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Ketersediaannya yang relatif mudah dan harga yang kompetitif membuatnya menjadi pilihan utama untuk keperluan penelitian dan pengembangan bahan kimia baru.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat-obatan
- Reaksi coupling dalam pembuatan senyawa kompleks
- Pengujian reaktivitas amina aromatik dalam kimia organik
- Pembuatan bahan baku untuk industri kimia farmasi
- Penelitian struktur molekul untuk aplikasi material baru
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 823-40-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 10g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari paparan cahaya dan panas |
2,6-Diaminotoluene harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari sumber panas serta cahaya langsung. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau inhalasi. Bahan ini tidak boleh dicampur dengan bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reduktif tanpa pengawasan.
- George dkk. (1991). Evaluation of the in vivo genotoxicity of the structural analogues 2,6-diaminotoluene and 2,4-diaminotoluene using the rat micronucleus test and rat liver UDS assay. Carcinogenesis doi:10.1093/carcin/12.12.2233
- Şen dkk. (2020). Synthesis, characterisation and energetic performance of insensitive energetic salts formed between picric acid and 2,3-diaminotoluene, 2,4-diaminotoluene. Journal of Molecular Structure doi:10.1016/j.molstruc.2019.127580
- Pant dkk. (2008). Syrian hamster embryo (SHE) cell transformation assay with conditioned media (without X-ray irradiated feeder layer) using 2,4-diaminotoluene, 2,6-diaminotoluene and chloral hydrate. Mutation Research/Genetic Toxicology and Environmental Mutagenesis doi:10.1016/j.mrgentox.2008.05.006
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
