Alizarin TCI D0242 adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai pigmen dalam berbagai eksperimen laboratorium. Bahan ini memiliki warna merah kekuningan dan sering digunakan dalam proses pewarnaan dan analisis kimia. Alizarin memainkan peran penting dalam bidang kimia analitik, terutama dalam identifikasi senyawa organik dan pengujian kualitatif. Sebagai pigmen, alizarin juga digunakan dalam bidang biologi dan farmasi untuk menandai atau memvisualisasikan struktur tertentu dalam sampel.
Karakteristik utama alizarin adalah kemampuannya untuk menyerap dan memantulkan cahaya tertentu, sehingga memungkinkan penggunaannya dalam teknik pewarnaan. Bahan ini stabil dalam kondisi tertentu dan mudah dilarutkan dalam pelarut organik. Keberadaan alizarin dalam bentuk padat dan kemampuannya untuk berikatan dengan senyawa lain menjadikannya pilihan yang tepat untuk berbagai aplikasi laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, alizarin sering digunakan dalam penelitian kimia, biologi, dan farmasi. Bahan ini sangat relevan dalam pendidikan dan penelitian yang memerlukan pewarnaan atau analisis senyawa tertentu. Ketersediaan alizarin dalam bentuk kemasan 25 gram memudahkan penggunaan dalam skala kecil maupun menengah.
- Alizarin digunakan untuk pewarnaan dalam analisis kimia untuk mengidentifikasi senyawa organik.
- Bahan ini cocok untuk pengujian kualitatif dalam laboratorium kimia karena sifat pewarnaannya yang jelas.
- Alizarin sering digunakan dalam proses isolasi dan pemurnian senyawa kimia dalam penelitian.
- Alizarin dapat digunakan dalam analisis spektroskopi untuk menentukan struktur molekul.
- Bahan ini juga digunakan dalam bidang biologi untuk menandai sel atau struktur biologis tertentu.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 72-48-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Stains and Dyes (for Research and Experimental Use) > Pigments (for Research and Experimental Use) |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung |
Alizarin sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat dan ditempatkan di area yang tidak terkena cahaya matahari langsung. Karena bersifat kimia, wadah harus terbuat dari bahan yang tahan terhadap reaksi kimia, seperti plastik atau gelas. Selama penyimpanan, pastikan tidak terkontaminasi oleh bahan lain. Penggunaan alizarin harus dilakukan dengan hati-hati, terutama dalam proses pelarutan dan penggunaan dalam eksperimen.
- Grosman dkk. (1997). Aluminum Acid Alizarin Violet: a General Purpose Nuclear Fluorochrome. Biotechnic & Histochemistry doi:10.3109/10520299709096525
- Fatibello-Filho dkk. (2009). Spectrophotometric flow injection system for determination of Zn2+ in ophthalmic formulations using Alizarin red S. Ecletica Quimica doi:10.26850/1678-4618eqj.v34.2.2009.p67-72
- Sawasdee dkk. (2022). Adsorption behavior and mechanism of alizarin yellow and rhodamine B dyes on water hyacinth (Eichhornia crassipes) leaves. ScienceAsia doi:10.2306/scienceasia1513-1874.2022.121
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
