Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 1871-22-3

Blue Tetrazolium [for Biochemical Research], CAS 1871-22-3, TCI B3581

Blue Tetrazolium [for Biochemical Research], CAS 1871-22-3, TCI B3581

Identitas Kimia

No. CAS
1871-22-3
PubChem
CID 9853362·SID 125307446
Rumus molekul
C40H32Cl2N8O2
Berat molekul
727.6 g/mol
Kemurnian
>95.0%(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-[4-[4-(3,5-diphenyltetrazol-2-ium-2-yl)-3-methoxyphenyl]-2-methoxyphenyl]-3,5-diphenyltetrazol-2-ium dichloride
SMILES
COC1=C(C=CC(=C1)C2=CC(=C(C=C2)[N+]3=NC(=NN3C4=CC=CC=C4)C5=CC=CC=C5)OC)[N+]6=NC(=NN6C7=CC=CC=C7)C8=CC=CC=C8.[Cl-].[Cl-]
InChIKey
MUUHXGOJWVMBDY-UHFFFAOYSA-L
Harga reguler Rp 1.298.850,00
Harga reguler Rp 924.000,00 Harga obral Rp 1.298.850,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Blue Tetrazolium (CAS 1871-22-3) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai penelitian biokimia untuk mengidentifikasi dan mengukur aktivitas enzim tertentu, terutama dalam reaksi reduksi. Bahan ini sering digunakan sebagai indikator dalam reaksi kimia yang melibatkan transfer elektron, seperti dalam uji aktivitas dehidrogenase. Dalam laboratorium, Blue Tetrazolium digunakan untuk mengamati perubahan warna yang terjadi akibat reaksi kimia, sehingga memudahkan analisis kuantitatif dan kualitatif.

Blue Tetrazolium memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat bereaksi dengan berbagai substrat biokimia. Senyawa ini memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga mudah digunakan dalam berbagai metode analisis. Karena sifatnya yang tidak beracun dan tidak berbahaya dalam kondisi normal, Blue Tetrazolium menjadi pilihan yang aman untuk digunakan dalam penelitian di laboratorium.

Di laboratorium Indonesia, Blue Tetrazolium sering digunakan dalam penelitian biokimia, terutama dalam studi enzim dan metabolisme. Bahan ini juga diterapkan dalam pengembangan metode diagnostik dan analisis biomedis, menjadikannya penting dalam penelitian ilmiah di berbagai institusi pendidikan dan penelitian.

Brosur TCI (PDF)

  • Penelitian enzim untuk mengukur aktivitas dehidrogenase dalam sampel biologis
  • Uji aktivitas biokimia dalam analisis metabolisme seluler
  • Pengembangan metode deteksi biomedis untuk diagnosis penyakit
  • Analisis reaksi kimia dalam studi transfer elektron
  • Penelitian tentang mekanisme reaksi kimia dalam lingkungan biologis

Merek TCI
Nomor CAS 1871-22-3
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Antibodies > Antibody Supplementary Products
Ukuran kemasan 1g, 5g
Bentuk fisik Padat (serbuk)
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya langsung

Blue Tetrazolium harus disimpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk menjaga kualitas dan stabilitas bahan. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, pastikan tidak terkena bahan kimia berbahaya lainnya. Gunakan sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata.

  • Kostova (2014). Extraction of Chromium(VI) with Blue Tetrazolium Chloride and Tetranitrotetrazolium Blue Chloride. Журнал аналитической химии doi:10.7868/s0044450214110097
  • Kaminski dkk. (1990). Actions of adenosine on nitro blue tetrazolium deposition and surface pH during intestinal reperfusion injury.. Circulation Research doi:10.1161/01.res.66.6.1713
  • Kostova (2014). Extraction of chromium(VI) with blue tetrazolium chloride and tetranitrotetrazolium blue chloride. Journal of Analytical Chemistry doi:10.1134/s1061934814110070

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.