Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 615-58-7

2,4-Dibromophenol, CAS 615-58-7, TCI D0265

2,4-Dibromophenol, CAS 615-58-7, TCI D0265

Identitas Kimia

No. CAS
615-58-7
PubChem
CID 12005·SID 87566966
Rumus molekul
C6H4Br2O
Berat molekul
251.91 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2,4-dibromophenol
SMILES
C1=CC(=C(C=C1Br)Br)O
InChIKey
FAXWFCTVSHEODL-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00002149
Harga reguler Rp 1.115.100,00
Harga reguler Rp 779.100,00 Harga obral Rp 1.115.100,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

2,4-Dibromophenol dari TCI adalah senyawa fenol terbrominasi dengan dua atom brom pada posisi 2 dan 4 cincin aromatik. Dalam kimia sintesis, senyawa ini termasuk building block non-heterosiklik untuk membangun molekul aromatik yang lebih kompleks. Senyawa ini juga dikenal dalam kajian lingkungan karena fenol terbrominasi ditemukan secara alami pada organisme laut dan muncul sebagai produk transformasi bahan penghambat api terbrominasi. Karena itu, 2,4-Dibromophenol berperan baik sebagai bahan reaksi maupun sebagai senyawa acuan analitik.

Daya tarik utamanya terletak pada gugus hidroksil fenolik yang dapat dialkilasi, diasilasi, atau dijadikan eter, ditambah dua atom brom yang dapat bereaksi dalam kopling silang yang dikatalisis paladium. Posisi brom yang berbeda, yaitu orto dan para terhadap gugus OH, memiliki lingkungan elektronik dan sterik yang berbeda pula. Perbedaan ini membuka peluang reaksi selektif bertahap. Sifat fenolnya yang lebih asam daripada fenol biasa juga memengaruhi kondisi reaksi yang dipilih peneliti.

Di Indonesia, 2,4-Dibromophenol berguna bagi laboratorium kimia organik sintetik, laboratorium kimia lingkungan yang memantau senyawa organohalogen, serta peneliti bahan alam laut, mengingat Indonesia memiliki keanekaragaman hayati laut yang sangat kaya. Tersedia kemasan 25g, 100g, dan 500g, sehingga produk ini cocok untuk kebutuhan riset kecil sampai pemakaian rutin yang lebih besar di laboratorium pengembangan proses.

  • Kopling silang Suzuki atau sejenisnya: dua atom brom dengan reaktivitas berbeda memungkinkan pembentukan ikatan karbon-karbon secara bertahap untuk membangun senyawa biaril tersubstitusi.
  • Sintesis eter dan ester aril: gugus hidroksil fenolik mudah dialkilasi atau diasilasi, sehingga senyawa ini menjadi titik awal pembuatan berbagai turunan aromatik terhalogenasi.
  • Standar acuan analisis lingkungan: senyawa ini dapat dipakai untuk kalibrasi dan identifikasi fenol terbrominasi dalam sampel air, sedimen, atau biota menggunakan kromatografi gas atau cair.
  • Kajian bahan alam laut: fenol terbrominasi ditemukan pada organisme laut, sehingga senyawa ini berguna sebagai pembanding saat mengidentifikasi metabolit dari ekstrak biota laut Indonesia.
  • Studi degradasi senyawa organohalogen: senyawa ini cocok sebagai substrat model untuk menguji metode debrominasi, fotodegradasi, atau biodegradasi dalam penelitian pengolahan limbah.

Merek TCI
Nomor CAS 615-58-7
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g, 100g, 500g
Bentuk fisik umumnya berupa padatan; lihat sertifikat analisis untuk keterangan pasti
Penyimpanan wadah tertutup rapat, sejuk, kering, terlindung dari cahaya

2,4-Dibromophenol sebaiknya disimpan dalam wadah kaca atau wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, gelap, dan berventilasi baik. Pisahkan dari oksidator kuat dan basa kuat. Seperti fenol terhalogenasi lainnya, senyawa ini dapat mengiritasi kulit, mata, dan saluran pernapasan, sehingga wajib memakai sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Tangani di lemari asam dan hindari pembentukan debu. Kumpulkan limbahnya dalam wadah khusus limbah organik terhalogenasi dan ikuti SDS TCI untuk informasi bahaya selengkapnya.

  • (2007). Formation of Polybrominated Dibenzo-p-dioxins/Furans (PBDDs/Fs) by the Pyrolysis of 2,4-Dibromophenol, 2,6-Dibromophenol, and 2,4,6-Tribromophenol. Bulletin of the Korean Chemical Society doi:10.5012/bkcs.2007.28.4.547
  • Effenberger (1993). Trifluoromethanesulphonic acid catalysed transalkylation between tetrabromobisphenol‐a and toluene for the production of 2,6‐dibromophenol. Journal of Chemical Technology & Biotechnology doi:10.1002/jctb.280580205
  • TANAKA dkk. (2009). Analysis of 2,4-Dibromophenol and 2,6-Dibromophenol in Phenolic-smelling Flatfish. Journal of the Food Hygienic Society of Japan (Shokuhin Eiseigaku Zasshi) doi:10.3358/shokueishi.50.292

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.