2,4-Dibromophenol adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. Bahan ini merupakan salah satu contoh dari senyawa aromatik yang memiliki dua atom bromin pada posisi 2 dan 4 pada cincin fenol. Dalam praktik laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa organik kompleks, termasuk senyawa yang memiliki struktur heterosiklik atau rantai lateral. Karena sifat reaktivitasnya, 2,4-Dibromophenol sering menjadi bahan utama dalam reaksi substitusi elektrofilik atau reaksi kondensasi.
Salah satu karakteristik utama dari 2,4-Dibromophenol adalah keberadaan dua atom bromin yang memberikan sifat elektrofili tinggi pada cincin aromatiknya. Hal ini membuat senyawa ini sangat reaktif terhadap berbagai reagen seperti basa kuat, logam alkali, atau pelarut organik. Selain itu, senyawa ini memiliki titik leleh dan titik didih yang relatif tinggi, sehingga memudahkan proses pemanasan dan pemisahan dalam reaksi kimia.
Di laboratorium Indonesia, 2,4-Dibromophenol sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam universitas dan lembaga penelitian yang fokus pada sintesis senyawa baru. Bahan ini juga menjadi pilihan utama dalam pendidikan kimia untuk memperkenalkan konsep reaktivitas dan struktur molekular kepada mahasiswa.
- Sintesis senyawa heterosiklik yang membutuhkan substitusi bromin pada cincin aromatik
- Reaksi kondensasi untuk pembentukan senyawa dengan struktur kompleks
- Pengujian aktivitas biologis senyawa organik pada penelitian farmakologi
- Pembuatan senyawa intermediet dalam produksi bahan kimia industri
- Penggunaan dalam reaksi substitusi elektrofilik untuk modifikasi struktur molekul
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 615-58-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 100g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2,4-Dibromophenol harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat reaktif dan harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Wadah penyimpanan yang tepat adalah wadah kaca atau plastik tahan kimia, serta harus terhindar dari kontaminasi oleh bahan kimia lain.
- (2007). Formation of Polybrominated Dibenzo-p-dioxins/Furans (PBDDs/Fs) by the Pyrolysis of 2,4-Dibromophenol, 2,6-Dibromophenol, and 2,4,6-Tribromophenol. Bulletin of the Korean Chemical Society doi:10.5012/bkcs.2007.28.4.547
- Effenberger (1993). Trifluoromethanesulphonic acid catalysed transalkylation between tetrabromobisphenol‐a and toluene for the production of 2,6‐dibromophenol. Journal of Chemical Technology & Biotechnology doi:10.1002/jctb.280580205
- TANAKA dkk. (2009). Analysis of 2,4-Dibromophenol and 2,6-Dibromophenol in Phenolic-smelling Flatfish. Journal of the Food Hygienic Society of Japan (Shokuhin Eiseigaku Zasshi) doi:10.3358/shokueishi.50.292
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.


