2,6-Dichlorobenzoic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai eksperimen kimia, terutama dalam sintesis senyawa organik. Bahan ini memiliki struktur aromatik dengan dua gugus klor di posisi 2 dan 6, yang memberikan sifat reaktif dan kestabilan tertentu. Dalam laboratorium, senyawa ini sering dijadikan bahan dasar atau bahan pembangun untuk membangun senyawa kompleks lainnya. Karena sifatnya yang stabil dan reaktif, 2,6-Dichlorobenzoic Acid menjadi pilihan utama dalam berbagai reaksi substitusi dan reaksi oksidasi.
Senyawa ini memiliki sifat kimia yang khas, yaitu polaritas rendah dan daya larut yang terbatas dalam pelarut organik. Karakteristik ini membuatnya cocok untuk digunakan dalam reaksi yang memerlukan kontrol ketat terhadap kondisi reaksi. Selain itu, senyawa ini tidak mudah terdegradasi dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan dalam jangka waktu yang lebih lama. Karena sifatnya yang netral dan tidak bersifat korosif, senyawa ini juga relatif aman untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium yang terkendali.
Di laboratorium Indonesia, 2,6-Dichlorobenzoic Acid digunakan dalam berbagai penelitian kimia, terutama dalam bidang sintesis senyawa organik dan analisis kualitatif. Bahan ini sangat relevan dalam pendidikan tingkat universitas dan penelitian industri, karena memungkinkan pengembangan senyawa baru yang memiliki aplikasi dalam farmasi, material, dan lingkungan. Ketersediaannya yang stabil dan harga yang terjangkau juga memudahkan penggunaan dalam berbagai skala eksperimen.
- Sintesis senyawa organik sebagai bahan pembangun dalam reaksi substitusi
- Analisis kualitatif untuk mengidentifikasi keberadaan gugus klor dalam senyawa aromatik
- Pengembangan obat dalam bidang farmakologi melalui modifikasi struktur molekuler
- Penelitian lingkungan untuk studi degradasi senyawa kimia dalam sistem ekosistem
- Pemrosesan material kimia dalam industri manufaktur untuk produksi bahan kimia tertentu
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 50-30-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2,6-Dichlorobenzoic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan sinar matahari langsung dan kelembapan tinggi. Karena bersifat kimia yang stabil, bahan ini tidak memerlukan kondisi penyimpanan khusus selama penyimpanan jangka pendek. Namun, dalam penggunaan sehari-hari, penting untuk menghindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Bahan ini tidak bersifat korosif, tetapi tetap perlu dihandle dengan hati-hati untuk memastikan keselamatan dalam laboratorium.
- Krishnaiah dkk. (2012). A Validated LC Method for Determination of 2,3-Dichlorobenzoic Acid and its Associated Regio Isomers. Journal of Chromatographic Science doi:10.1093/chromsci/bms017
- Brzyska dkk. (1994). Thermal decomposition of rare earth element complexes with 2,5-dichlorobenzoic acid. Thermochimica Acta doi:10.1016/0040-6031(94)80015-4
- Wang dkk. (2009). Solubility of 3,5-Dimethoxybenzoic Acid, 4-Cyanobenzoic Acid, 4-Acetoxybenzoic Acid, 3,5-Diaminobenzoic Acid, and 2,4-Dichlorobenzoic Acid in Ethanol. Journal of Chemical & Engineering Data doi:10.1021/je900190n
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
