2,3-Dichlorobenzoic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai reaksi kimia. Bahan ini memiliki struktur molekul yang terdiri dari cincin benzena dengan dua klorin pada posisi 2 dan 3, serta gugus karboksilat pada posisi 1. Senyawa ini sering digunakan dalam sintesis senyawa organik kompleks, terutama dalam pembuatan obat-obatan, bahan kimia industri, dan bahan baku untuk reaksi substitusi elektrofilik. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan baku utama yang memungkinkan pengembangan senyawa baru dengan sifat tertentu.
2,3-Dichlorobenzoic Acid memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktif, sehingga cocok untuk berbagai reaksi kimia. Senyawa ini memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik seperti etil asetat dan etanol, yang memudahkan proses pemisahan dan pemrosesan dalam laboratorium. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk reaksi substitusi, esterifikasi, dan reaksi lain yang memerlukan kelarutan tinggi. Selain itu, senyawa ini memiliki titik leleh yang relatif tinggi, sehingga memudahkan proses pengendapan dan pemisahan.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama di universitas dan lembaga penelitian. Bahan ini juga dipakai dalam industri farmasi dan kimia untuk pengembangan produk baru. Ketersediaannya di pasar lokal membuatnya mudah diakses oleh para peneliti dan praktisi di bidang kimia.
- Digunakan dalam sintesis senyawa obat karena reaktivitasnya yang tinggi
- Cocok untuk reaksi substitusi elektrofilik pada cincin benzena
- Dapat berperan sebagai bahan baku dalam pembuatan ester
- Digunakan dalam analisis kromatografi untuk identifikasi senyawa
- Memiliki potensi dalam penelitian material kimia baru
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 50-45-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2,3-Dichlorobenzoic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat kimia yang relatif stabil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata. Penyimpanan yang tepat akan memperpanjang masa pakai dan menjaga kualitas bahan.
- Krishnaiah dkk. (2012). A Validated LC Method for Determination of 2,3-Dichlorobenzoic Acid and its Associated Regio Isomers. Journal of Chromatographic Science doi:10.1093/chromsci/bms017
- Brzyska dkk. (1994). Thermal decomposition of rare earth element complexes with 2,5-dichlorobenzoic acid. Thermochimica Acta doi:10.1016/0040-6031(94)80015-4
- Wang dkk. (2009). Solubility of 3,5-Dimethoxybenzoic Acid, 4-Cyanobenzoic Acid, 4-Acetoxybenzoic Acid, 3,5-Diaminobenzoic Acid, and 2,4-Dichlorobenzoic Acid in Ethanol. Journal of Chemical & Engineering Data doi:10.1021/je900190n
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
