2,3-Dichlorophenol adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini memiliki struktur fenol dengan dua klorin pada posisi 2 dan 3, sehingga memberikan sifat reaktif yang tinggi. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan senyawa obat, bahan kimia industri, atau bahan bantu dalam reaksi substitusi halogen.
Karena struktur kimianya yang sederhana dan reaktivitas yang tinggi, 2,3-Dichlorophenol menjadi pilihan yang populer dalam sintesis senyawa heterosiklik dan senyawa aromatik. Sifat polar dan kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsi menjadikannya fleksibel dalam berbagai reaksi kimia. Selain itu, senyawa ini stabil dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan.
Di laboratorium Indonesia, 2,3-Dichlorophenol sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam pembuatan senyawa farmakologis dan bahan baku industri. Bahan ini juga relevan dalam pendidikan kimia tingkat tinggi, sebagai contoh praktik untuk memahami mekanisme reaksi substitusi halogen.
- Sintesis senyawa obat dengan struktur fenolik untuk pengembangan farmakologi
- Reaksi substitusi halogen dalam sintesis senyawa aromatik kompleks
- Pembuatan bahan baku untuk industri kimia dan plastik
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa halogen pada struktur fenol
- Penggunaan dalam eksperimen pendidikan untuk memahami mekanisme reaksi kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 576-24-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari sinar matahari langsung |
2,3-Dichlorophenol harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari sumber panas atau sinar matahari langsung. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik tahan kimia. Dalam penggunaan, harus dipakai di area yang terkontrol dan dengan perlengkapan pelindung seperti sarung tangan dan kacamata. Bahan ini bersifat korosif dan beracun, sehingga perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata.
- Vione dkk. (2007). Photoinduced transformation processes of 2,4-dichlorophenol and 2,6-dichlorophenol on nitrate irradiation. Chemosphere doi:10.1016/j.chemosphere.2007.05.071
- Park dkk. (2018). Concentrations of 2,4-Dichlorophenol and 2,5-Dichlorophenol in Urine of Korean Adults. International Journal of Environmental Research and Public Health doi:10.3390/ijerph15040589
- Lillis dkk. (2010). Quantification of catechol dioxygenase gene expression in soil during degradation of 2,4-dichlorophenol. FEMS Microbiology Ecology doi:10.1111/j.1574-6941.2010.00906.x
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
