4-Bromo-2,5-dichlorophenol adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik di laboratorium. Bahan ini termasuk dalam kategori building blocks, yang merupakan komponen dasar untuk pembentukan senyawa kompleks. Dalam proses sintesis, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa aromatik dan heterosiklik. Karena struktur kimianya yang stabil dan reaktivitas yang baik, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai penelitian kimia.
4-Bromo-2,5-dichlorophenol memiliki sifat kimia yang unik, seperti keberadaan gugus bromo dan kloro yang memberikan karakteristik reaktivitas dan polaritas tertentu. Senyawa ini juga memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik seperti etil asetat dan dimetil sulfoxida. Karena sifat tersebut, senyawa ini mudah bereaksi dengan berbagai reagen kimia, sehingga sangat cocok untuk reaksi substitusi dan reaksi elektrofilik.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia, terutama dalam bidang sintesis senyawa organik dan pengembangan obat. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan bahan ini untuk eksperimen yang memerlukan bahan baku dengan struktur aromatik dan substitusi halogen.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa aromatik dengan substitusi halogen untuk pengembangan obat
- Reaksi substitusi elektrofilik dalam pembentukan senyawa heterosiklik
- Pembuatan bahan aktif farmakologis melalui reaksi kimia kompleks
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa halogen terhadap berbagai kondisi kimia
- Pengujian katalis dan mekanisme reaksi dalam proses sintesis organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1940-42-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung |
4-Bromo-2,5-dichlorophenol harus disimpan dalam wadah tertutup dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini bersifat kimia yang cukup stabil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Dalam laboratorium, bahan ini sebaiknya disimpan di tempat yang kering dan sejuk, serta dijauhkan dari bahan kimia lain yang bersifat reaktif. Penggunaan harus dilakukan dengan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung untuk memastikan keselamatan.
—
