TCI D3865 2,4-Dichlorophenol adalah turunan fenol terklorinasi yang disiapkan untuk keperluan riset biokimia sekaligus berfungsi sebagai building block non-heterosiklik dalam kimia sintesis. Molekulnya terdiri atas cincin benzena dengan gugus hidroksil fenolik dan dua atom klor pada posisi dua dan empat. Kehadiran atom klor menaikkan keasaman gugus hidroksil dibandingkan fenol biasa, sehingga senyawa ini mudah dideprotonasi menjadi fenoksida yang reaktif. Peran utamanya di laboratorium adalah sebagai bahan awal pembentukan eter aril serta sebagai senyawa model dalam kajian lingkungan.
Sifat yang membuatnya banyak dipilih adalah kombinasi keasaman yang meningkat, kestabilan cincin aromatik, dan pola substitusi yang terdefinisi jelas. Fenoksida yang terbentuk dapat direaksikan dengan alkil halida atau asam kloroasetat untuk membangun turunan ariloksi, jalur yang menjadi dasar sintesis banyak senyawa agrokimia. Dalam ranah biokimia dan lingkungan, senyawa ini sering dipakai sebagai substrat atau standar pada penelitian degradasi mikroba, uji enzim peroksidase dan lakase, serta kajian toksisitas fenol terklorinasi. Penandaan grade untuk riset biokimia menegaskan kesesuaiannya bagi pekerjaan yang menuntut konsistensi.
Laboratorium di Indonesia memanfaatkannya pada riset kimia lingkungan, mikrobiologi terapan, dan kimia organik di perguruan tinggi maupun lembaga penelitian, termasuk kajian pengolahan air limbah dan bioremediasi. Kemasan 1 g dan 5 g sangat sesuai untuk pembuatan larutan standar, kurva kalibrasi, serta percobaan skala kecil yang berulang, tanpa menyimpan bahan berbahaya dalam jumlah besar di lemari penyimpanan laboratorium.
- Bahan awal sintesis eter ariloksi, karena gugus fenolik yang bersifat asam mudah dideprotonasi lalu direaksikan dengan alkil halida secara efisien.
- Substrat pada uji enzim oksidatif seperti peroksidase dan lakase, sebab fenol terklorinasi mudah dioksidasi dan perubahannya dapat dipantau secara spektrofotometri.
- Senyawa model dalam penelitian biodegradasi mikroba, mengingat fenol terklorinasi merupakan polutan representatif yang sering dikaji pada program bioremediasi lingkungan.
- Standar analitik pada pengembangan metode kromatografi untuk fenol terklorinasi, karena struktur dan identitasnya terdefinisi jelas melalui nomor CAS resmi.
- Kajian ekotoksikologi dan kualitas air, sebab senyawa ini kerap dijadikan acuan dalam menilai dampak cemaran fenolik pada sistem perairan.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 120-83-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1 g dan 5 g |
| Bentuk fisik | padatan pada suhu ruang, dapat melunak pada suhu hangat; rujuk label dan Certificate of Analysis |
| Penyimpanan | tempat sejuk, kering, gelap, dan berventilasi baik dengan wadah tertutup rapat |
Simpan dalam wadah asli tertutup rapat di lemari bahan kimia yang sejuk, gelap, dan berventilasi baik, terpisah dari basa kuat dan bahan pengoksidasi. Fenol terklorinasi memiliki bau menyengat dan bersifat korosif terhadap kulit serta iritan bagi saluran pernapasan, sehingga seluruh penimbangan dan pelarutan wajib dilakukan di dalam lemari asam. Kenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium tertutup. Hindari pembuangan ke saluran air; kumpulkan limbah dalam wadah limbah kimia berlabel sesuai prosedur institusi, dan pelajari lembar data keselamatan sebelum bekerja.
—
![2,4-Dichlorophenol [for Biochemical Research] (CAS 120-83-2) - TCI D3865 - AMI Scientific](http://amiscientific.com/cdn/shop/files/TCI2510D3865.jpg?v=1768817964&width=1445)