2',7'-Dichlorofluorescein Sodium Salt adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen ilmiah terutama dalam bidang material optik dan fotokimia. Bahan ini termasuk dalam kategori xantena dye, yang memiliki sifat fluoresensi kuat dan sensitif terhadap lingkungan kimia. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai indikator kualitatif untuk mengidentifikasi keberadaan ion tertentu, seperti ion klorida atau ion hidroksida.
Karakteristik utama dari 2',7'-Dichlorofluorescein Sodium Salt adalah kemampuannya untuk memancarkan cahaya dalam bentuk fluoresensi ketika terpapar cahaya tertentu. Senyawa ini memiliki stabilitas yang baik dalam kondisi tertentu dan dapat berubah warna tergantung pada lingkungan kimia sekitarnya. Sifat ini membuatnya menjadi pilihan yang sangat baik untuk aplikasi yang membutuhkan sensitivitas tinggi dan akurasi dalam pengukuran.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini sangat relevan untuk penelitian di bidang material optik, kimia analitik, dan ilmu lingkungan. Banyak institusi penelitian dan universitas di Indonesia menggunakan bahan ini untuk eksperimen yang berkaitan dengan analisis kualitatif dan kuantitatif, serta pengembangan material baru yang memiliki sifat optik unik.
- Analisis kualitatif ion klorida dalam larutan kimia
- Pengujian sensitivitas fluoresensi dalam eksperimen optik
- Pengembangan indikator kimia untuk reaksi kimia tertentu
- Penelitian tentang sifat optik dari material xantena
- Pemantauan kualitas air dalam studi lingkungan
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 80471-69-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Photonic Materials and Optical Materials > Xanthene Dyes |
| Ukuran kemasan | 1g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari cahaya langsung |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Penggunaan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia dianjurkan. Dalam laboratorium, pastikan untuk mengenakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol.
—
