Fluorescein TCI F0095 adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai pewarna fluoresensi dalam berbagai eksperimen ilmiah dan penelitian. Bahan ini memiliki kemampuan untuk menyerap cahaya dan memancarkannya kembali dalam bentuk cahaya yang berbeda, sehingga sangat berguna dalam analisis visual dan deteksi berbagai senyawa. Dalam laboratorium, fluorescein sering digunakan untuk mengidentifikasi dan memvisualisasikan struktur molekuler atau komponen dalam sampel.
Fluorescein memiliki sifat kimia yang stabil dan kemampuan fluoresensi tinggi, sehingga sangat cocok untuk berbagai aplikasi di bidang kimia, biologi, dan medis. Senyawa ini juga memiliki daya tahan terhadap beberapa kondisi kimia, yang memungkinkan penggunaannya dalam berbagai lingkungan eksperimen. Karena sifatnya yang tidak beracun dalam dosis kecil, fluorescein menjadi pilihan yang aman untuk penggunaan di laboratorium.
Di Indonesia, fluorescein TCI F0095 digunakan secara luas dalam penelitian kimia, diagnostik medis, dan pendidikan. Banyak institusi penelitian dan universitas mengandalkan bahan ini untuk eksperimen yang membutuhkan visualisasi molekuler atau deteksi senyawa tertentu. Ketersediaan dalam berbagai kemasan juga memudahkan penggunaan di berbagai jenis laboratorium, baik skala kecil maupun besar.
- Analisis Kimia untuk mengidentifikasi senyawa melalui fluoresensi
- Pengujian Biologis sebagai indikator dalam reaksi kimia biologis
- Eksperimen Edukasi dalam laboratorium universitas untuk demonstrasi fluoresensi
- Diagnostik Medis dalam proses pemantauan dan pengujian sampel biologis
- Pengembangan Material untuk studi sifat optik dan kimia material baru
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2321-07-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Stains and Dyes (for Research and Experimental Use) > Acid Dyes (for Research and Experimental Use) |
| Ukuran kemasan | 25g, 100g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya langsung |
Fluorescein TCI F0095 harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini bersifat kimia yang stabil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam penggunaan, pastikan wadah tetap terkunci dan tidak terbuka secara tidak sengaja. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung untuk memastikan keselamatan di lingkungan laboratorium.
- Soinov dkk. (2025). Abstract P5-07-07: USING FLUORESCEIN FOR DETECTION OF SENTINEL LYMPH NODES IN COMBINATION WITH TARGETED AXILLARY LYMPH NODE DISSECTION IN BREAST CANCER: PRELIMINARY RESULTS OF EFFICACY AND SAFETY STUDY. Clinical Cancer Research doi:10.1158/1557-3265.sabcs24-p5-07-07
- (1993). Fluorescein and Fluorescein Glucuronide in Plasma. Acta Ophthalmologica doi:10.1111/j.1755-3768.1993.tb03114.x
- Araie dkk. (1991). The loss of fluorescein, fluorescein glucuronide and fluorescein isothiocyanate dextran from the vitreous by the anterior and retinal pathways. Experimental Eye Research doi:10.1016/0014-4835(91)90125-x
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
