Antararufin (Anthracene-9,10-dione) adalah senyawa organik yang digunakan secara luas dalam sintesis kimia untuk menghasilkan senyawa kompleks dengan struktur heterosiklik. Sebagai bahan dasar (building block), Antararufin berperan penting dalam reaksi kimia yang memerlukan reaktivitas tinggi dan kemampuan untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsional. Bahan ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam sintesis senyawa yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, material, dan teknologi.
Antararufin memiliki struktur aromatik yang stabil, sehingga memungkinkan reaksi kimia yang terkendali dan menghasilkan produk dengan tingkat kemurnian tinggi. Sifat ini menjadikannya pilihan utama dalam laboratorium yang membutuhkan keakuratan dan konsistensi dalam proses sintesis. Selain itu, senyawa ini memiliki daya reaktivitas yang baik terhadap berbagai reagen, seperti amina dan alkohol, sehingga memperluas aplikasinya dalam berbagai reaksi kimia.
Di laboratorium Indonesia, Antararufin sering digunakan dalam penelitian kimia organik dan pengembangan senyawa baru. Bahan ini sangat relevan untuk institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian yang fokus pada sintesis senyawa kompleks dan pengembangan material inovatif. Ketersediaannya di pasar lokal juga mendukung kebutuhan penelitian yang mandiri dan berkelanjutan.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi substitusi pada struktur aromatik untuk modifikasi senyawa
- Pengujian reaktivitas dalam reaksi kimia organik untuk penelitian dasar
- Pembuatan senyawa fluoresen untuk aplikasi dalam bidang material
- Pengembangan bahan kimia untuk industri farmasi dan kosmetik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 117-12-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Antararufin harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya matahari langsung untuk mencegah degradasi. Karena sifatnya yang mudah bereaksi, bahan ini harus disimpan dalam lingkungan kering dan sejuk. Selama penanganan, pengguna harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Bahan ini tidak boleh dicampur dengan bahan kimia yang tidak kompatibel, seperti bahan reduktor kuat, untuk mencegah reaksi berbahaya.
- Ukponmwan dkk. (1990). Characterization of the products derived from the nitration of 1,5-dihydroxyanthraquinone (anthrarufin) and 1,8-dihydroxyanthraquinone (chrysazin). Dyes and Pigments doi:10.1016/0143-7208(90)80006-b
- Ekanayake dkk. (2016). Scanning Electrochemical Microscopy Determination of Heterogeneous Electron Transfer and Homogeneous Association and Comproportionation Rate Constants of Anthrarufin. Electroanalysis doi:10.1002/elan.201600259
- Mirle dkk. (2022). On Capacity Upgradation and In Situ Capacity Rebalancing in Anthrarufin-Based Alkaline Redox Flow Batteries. ACS Applied Energy Materials doi:10.1021/acsaem.2c01392
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
