Chrysazin adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Sebagai salah satu senyawa pembangun (building block), Chrysazin berperan sebagai bahan dasar dalam pembuatan senyawa heterosiklik dan senyawa organik lainnya. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia yang memerlukan reaksi substitusi atau reaksi penggabungan molekul.
Chrysazin memiliki struktur molekul yang stabil dan reaktivitas yang cukup tinggi, sehingga cocok untuk berbagai jenis reaksi kimia. Senyawa ini memiliki sifat non-heterosiklik, yang membuatnya menjadi pilihan ideal dalam sintesis senyawa yang memerlukan struktur dasar sederhana namun fleksibel. Sifat ini memungkinkan peneliti untuk mengubah struktur molekul secara efisien.
Di laboratorium di Indonesia, Chrysazin digunakan dalam berbagai penelitian kimia, termasuk sintesis senyawa farmakologis, bahan kimia industri, dan penelitian material. Bahan ini sangat relevan dalam pendidikan dan riset di berbagai institusi, karena memungkinkan pengembangan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang kimia organik.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru karena struktur dasarnya yang fleksibel
- Reaksi substitusi pada posisi aromatik untuk memperoleh senyawa dengan sifat kimia yang berbeda
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa organik dalam lingkungan reaktif untuk memahami mekanisme reaksi
- Pembuatan senyawa intermediet dalam industri kimia untuk produksi bahan baku
- Pengujian sifat kimia senyawa baru dalam laboratorium penelitian untuk karakterisasi molekuler
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 117-10-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Chrysazin harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindung dari paparan cahaya langsung. Tempat penyimpanan yang ideal adalah di ruang laboratorium dengan suhu rendah dan kelembapan terkontrol. Bahan ini harus ditangani dengan hati-hati karena sifat kimianya yang reaktif. Pastikan wadah tidak terbuka dan tidak terkena bahan kimia lain yang tidak kompatibel. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat mengolah bahan ini.
- Khuniad dkk. (2014). Pharmacognostic evaluation and chrysazin quantitation of Xyris indica flowering heads. Pharmacognosy Journal doi:10.5530/pj.2014.4.3
- Beldon dkk. (2016). Transition metal coordination complexes of chrysazin. CrystEngComm doi:10.1039/c5ce00792e
- Poudel dkk. (2022). Microbial Biosynthesis of Chrysazin Derivatives in Recombinant Escherichia coli and Their Biological Activities. Molecules doi:10.3390/molecules27175554
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
