1,2-Dihydronaphthalene adalah senyawa kimia organik yang digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai reaksi kimia. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai komponen utama dalam sintesis senyawa kompleks. Sebagai building block, 1,2-Dihydronaphthalene berperan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa aromatik dan heterosiklik. Dalam proses sintesis, senyawa ini memiliki kemampuan untuk berikatan dengan berbagai grup fungsional, sehingga menjadi pilihan yang sangat fleksibel.
Karakteristik utama dari 1,2-Dihydronaphthalene adalah struktur molekulnya yang stabil dan kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi substitusi dan reaksi elektrofilik. Senyawa ini memiliki titik leleh dan titik didih yang relatif rendah, sehingga mudah dalam proses pemanasan dan pendinginan. Keberadaan struktur naphthalene dalam molekulnya memberikan sifat reaktivitas yang tinggi, menjadikannya sebagai pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia.
Di laboratorium di Indonesia, 1,2-Dihydronaphthalene digunakan secara luas dalam penelitian kimia, terutama dalam bidang sintesis senyawa organik. Bahan ini sering digunakan oleh peneliti dan mahasiswa untuk membangun senyawa baru yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, material, dan industri. Ketersediaannya dalam berbagai varian kemasan membuatnya mudah diakses dan digunakan dalam berbagai skala eksperimen.
- Sintesis senyawa aromatik kompleks karena struktur dasarnya yang stabil dan reaktif
- Pembuatan senyawa heterosiklik melalui reaksi substitusi dan reaksi elektrofilik
- Pengujian reaktivitas senyawa organik dalam reaksi kimia tertentu
- Penelitian dalam bidang farmakologi untuk pengembangan obat baru
- Penggunaan dalam proses pembuatan material polimer yang memiliki sifat tertentu
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 447-53-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 10g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
1,2-Dihydronaphthalene harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindungi dari cahaya matahari langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini bersifat mudah menguap, sehingga wadah harus rapat dan tidak bocor. Dalam penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Bahan ini tidak beracun dalam dosis kecil, tetapi tetap perlu dihindari konsumsi atau inhalasi.
- Groetsch dkk. (2000). Cycloallenes. Part 15: 1 3 δ 2 -1 H -Naphthalene (2,3-Didehydro-1,2-dihydronaphthalene) from 3-Bromo-1,2-dihydronaphthalene. Tetrahedron doi:10.1016/s0040-4020(00)00341-0
- Li dkk. (2025). Rotational spectroscopy of 1,2-dihydronaphthalene, 1,4-dihydronaphthalene, and 1,2,3,4-tetrahydronaphthalene. The Journal of Chemical Physics doi:10.1063/5.0257949
- Yokoyama dkk. (2005). Novel Thermally Reversible Photochromic Compounds: Dihydrobenzothiophene and Dihydronaphthalene. Molecular Crystals and Liquid Crystals doi:10.1080/15421400590946163
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
