Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 119-64-2

1,2,3,4-Tetrahydronaphthalene TCI T0107

1,2,3,4-Tetrahydronaphthalene TCI T0107

Identitas Kimia

No. CAS
119-64-2
PubChem
CID 8404·SID 87576117
Rumus molekul
C10H12
Berat molekul
132.20 g/mol
Kemurnian
>97.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
1,2,3,4-tetrahydronaphthalene
SMILES
C1CCC2=CC=CC=C2C1
InChIKey
CXWXQJXEFPUFDZ-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 477.750,00
Harga reguler Harga obral Rp 477.750,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Volume
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

1,2,3,4-Tetrahydronaphthalene, yang lebih dikenal sebagai tetralin, adalah hidrokarbon bisiklik hasil hidrogenasi parsial naftalena. Molekulnya terdiri dari satu cincin benzena yang menyatu dengan cincin sikloheksana jenuh. Di laboratorium, tetralin produk TCI ini berperan sebagai pelarut bertitik didih tinggi, senyawa pendonor hidrogen, dan bahan awal untuk sintesis turunan tetralin yang banyak ditemukan pada molekul bioaktif. Kehadirannya penting dalam riset kimia organik, energi, maupun petrokimia.

Tetralin dipilih karena bersifat nonpolar, stabil pada suhu tinggi, dan memiliki titik didih jauh di atas pelarut organik umum, sehingga cocok untuk reaksi yang memerlukan pemanasan lama. Posisi benzilik pada cincin jenuhnya mudah melepaskan atom hidrogen, menjadikannya pendonor hidrogen yang efektif dalam reaksi transfer hidrogenasi dan proses pencairan batubara. Struktur gabungan aromatik dan alifatik ini juga menjadikannya senyawa model yang berguna untuk mempelajari reaksi hidrogenasi, dehidrogenasi, dan oksidasi benzilik.

Bagi Indonesia yang memiliki cadangan batubara besar dan industri pengolahan minyak bumi, tetralin sangat relevan untuk riset pencairan batubara, peningkatan mutu bahan bakar, dan studi katalis hidrotreating. Laboratorium kimia organik di kampus juga memanfaatkannya sebagai pelarut reaksi suhu tinggi dan bahan awal sintesis. Kemasan 25 mL cocok untuk uji pendahuluan, sedangkan 500 mL sesuai untuk penggunaan sebagai pelarut atau pendonor hidrogen dalam jumlah lebih besar.

  • Pendonor hidrogen dalam pencairan batubara: hidrogen benzilik tetralin mudah dilepas untuk menstabilkan radikal fragmen batubara, sehingga banyak dipakai dalam riset konversi batubara menjadi cairan.
  • Pelarut reaksi suhu tinggi: titik didihnya yang tinggi dan sifatnya yang relatif inert memungkinkan reaksi dijalankan dalam waktu lama pada pemanasan kuat tanpa kehilangan pelarut berlebihan.
  • Senyawa model katalisis hidrogenasi dan dehidrogenasi: tetralin berada di antara naftalena dan dekalin, sehingga ideal untuk mempelajari selektivitas katalis dalam riset bahan bakar.
  • Bahan awal sintesis turunan tetralin: kerangka tetralin terdapat pada berbagai senyawa farmasi, sehingga dipakai sebagai titik awal pembuatan keton, alkohol, dan amina tetralin.
  • Studi oksidasi benzilik: posisi benzilik yang reaktif menjadikan tetralin substrat standar untuk menguji kinerja katalis maupun oksidator dalam riset kimia oksidasi.

Merek TCI (kode produk T0107)
Nomor CAS 119-64-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25mL, 500mL
Bentuk fisik cairan tidak berwarna
Penyimpanan simpan tertutup rapat, terlindung dari cahaya dan udara, di tempat sejuk

Tetralin dapat membentuk peroksida bila disimpan lama dalam keadaan terpapar udara dan cahaya, sehingga botol harus selalu ditutup rapat dan disimpan di tempat sejuk, gelap, dan berventilasi baik. Catat tanggal pembukaan dan uji peroksida sebelum distilasi atau pemanasan berat. Bahan ini mudah menyala dan dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan mata. Gunakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan kerjakan di lemari asam, jauh dari sumber api dan oksidator.

  • Ghosal dkk. (2019). Tetrahydronaphthalene lignan glucoside from Crataeva nurvala: Apoptotic induction, antimigration, and in silico analysis. Pharmacognosy Magazine doi:10.4103/pm.pm_624_18
  • Mane dkk. (1999). Synthesis of 1,1,5,6-Tetramethyl- and 7-Isopropyl-1,1-dimethyl-1,2,3,4-tetrahydronaphthalene. Collection of Czechoslovak Chemical Communications doi:10.1135/cccc19990527
  • Lee dkk. (1995). Reactivity of [(1,2,3,4-tetrahydronaphthalene)Mn(CO)3]PF6: molecular structure of [(1,2,3,4-tetrahydronaphthalene)Mn(CO)2(C(O)Me)]. Journal of Organometallic Chemistry doi:10.1016/0022-328x(94)05045-d

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.