Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 1680-51-9

6-Methyl-1,2,3,4-tetrahydronaphthalene TCI M3863

6-Methyl-1,2,3,4-tetrahydronaphthalene TCI M3863

Identitas Kimia

No. CAS
1680-51-9
Kemurnian
>95.0%(GC)
Harga reguler Rp 5.962.950,00
Harga reguler Harga obral Rp 5.962.950,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M3863 adalah 6-Methyl-1,2,3,4-tetrahydronaphthalene, hidrokarbon bisiklik yang merupakan turunan tetralin dengan gugus metil pada posisi enam cincin aromatiknya. Struktur tetralin sendiri terdiri atas satu cincin benzena yang menyatu dengan satu cincin sikloheksana jenuh, sehingga molekul ini memiliki sisi aromatik yang reaktif terhadap substitusi elektrofilik dan sisi alifatik yang dapat dioksidasi secara benzilik. Di laboratorium, senyawa ini berfungsi sebagai building block non-heterosiklik dan sebagai senyawa model untuk mempelajari reaktivitas posisi benzilik maupun pola regioselektivitas pada sistem aromatik yang tersubstitusi ganda.

Sifat yang membuatnya dipilih adalah kerangka karbon yang kaku, lipofilik, dan kaya elektron. Gugus metil bersifat pendorong elektron sehingga mengaktifkan cincin aromatik dan mengarahkan substitusi ke posisi tertentu, memberikan peneliti sarana yang baik untuk menguji hipotesis regiokimia. Empat posisi benzilik pada cincin jenuhnya merupakan titik lemah yang mudah diserang oleh oksidator maupun reagen radikal, sehingga senyawa ini kerap dipakai untuk membuat tetralon, tetralol, atau turunan terhalogenasi. Sifatnya yang sangat nonpolar juga menjadikannya bahan uji yang baik pada pengembangan metode pemisahan fase normal dan fase terbalik.

Di laboratorium Indonesia, hidrokarbon semacam ini dimanfaatkan pada penelitian kimia organik sintetik, kajian katalisis oksidasi, serta penyiapan senyawa pembanding pada analisis hidrokarbon aromatik. Kemasan 250 mg sangat sesuai untuk percobaan skala mikro, optimasi kondisi katalitik, dan penyiapan larutan baku analitik yang hanya memerlukan jumlah bahan sedikit namun menuntut mutu yang terjaga.

  • Substrat uji oksidasi benzilik, karena empat posisi benziliknya mudah diserang oksidator sehingga cocok untuk menilai aktivitas dan selektivitas katalis baru.
  • Bahan awal sintesis tetralon dan tetralol, sebab oksidasi terkendali pada cincin jenuh menghasilkan keton atau alkohol yang bernilai sebagai intermediat lanjutan.
  • Kajian regioselektivitas substitusi aromatik elektrofilik, karena gugus metil yang mengaktifkan cincin menciptakan pola pengarahan yang menarik untuk ditelaah.
  • Senyawa pembanding pada analisis kromatografi gas hidrokarbon, sebab strukturnya yang jelas dan sifat nonpolarnya memberi waktu retensi yang konsisten dan mudah dikenali.
  • Media model untuk kajian dehidrogenasi katalitik, karena cincin jenuhnya dapat diaromatisasi menjadi naftalena tersubstitusi pada kondisi katalis yang sesuai.

Merek TCI
Nomor CAS 1680-51-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 250 mg
Bentuk fisik cairan hidrokarbon; pemerian dan kemurnian mengacu pada sertifikat analisis produsen
Penyimpanan simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan jauh dari sumber api

Simpan dalam botol asli yang tertutup rapat pada tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari nyala api, percikan listrik, permukaan panas, dan bahan pengoksidasi kuat, karena hidrokarbon aromatik umumnya mudah terbakar. Mengingat kemasannya kecil, gunakan jarum suntik atau mikropipet pelarut organik agar bahan tidak terbuang dan wadah tidak lama terbuka. Kerjakan seluruh pemindahan di dalam lemari asam dengan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Hindari menghirup uapnya serta kontak langsung dengan kulit. Serap tumpahan dengan bahan inert dan buang melalui jalur limbah pelarut organik laboratorium.

  • Batwal dkk. (2015). Chemoenzymatic collective synthesis of optically active hydroxyl(methyl)tetrahydronaphthalene-based bioactive terpenoids. Organic & Biomolecular Chemistry doi:10.1039/c5ob01740h
  • Dafale dkk. (2024). Green synthesis and DFT study of orthoaminocarbonitrile methyl tetrahydronaphthalene using WEPA: water extract of pomegranate ash as a sustainable catalyst. Research on Chemical Intermediates doi:10.1007/s11164-024-05438-8

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.