Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 102-06-7

1,3-Diphenylguanidine, CAS 102-06-7, TCI D0723

1,3-Diphenylguanidine, CAS 102-06-7, TCI D0723

Identitas Kimia

No. CAS
102-06-7
PubChem
CID 7594·SID 87567360
Rumus molekul
C13H13N3
Berat molekul
211.27 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
1,2-diphenylguanidine
SMILES
C1=CC=C(C=C1)NC(=NC2=CC=CC=C2)N
InChIKey
OWRCNXZUPFZXOS-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00001758
Harga reguler Rp 530.250,00
Harga reguler Rp 386.400,00 Harga obral Rp 530.250,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D0723 1,3-Diphenylguanidine, sering disingkat DPG, adalah turunan guanidina dengan dua gugus fenil pada atom nitrogen. Senyawa ini termasuk building block non-heterosiklik dan sangat dikenal di industri karet sebagai akselerator vulkanisasi, terutama sebagai akselerator sekunder bersama golongan tiazol atau sulfenamida. Di laboratorium, DPG juga dipakai sebagai basa organik, standar primer dalam titrasi asam, dan bahan awal sintesis turunan guanidina.

Gugus guanidina bersifat basa kuat karena muatan positif pada bentuk terprotonasinya terdelokalisasi di atas tiga atom nitrogen. Pada DPG, dua gugus fenil menurunkan kebasaan dibanding guanidina sederhana, tetapi senyawa ini tetap cukup basa untuk menetralkan asam dengan jelas. Bentuknya padat, stabil, dan bisa ditimbang dengan akurat, sehingga cocok sebagai bahan standarisasi larutan asam. Dalam vulkanisasi, kebasaannya membantu mengaktifkan sistem akselerator sulfur.

Di Indonesia, yang termasuk produsen karet alam terbesar di dunia, DPG sangat relevan bagi laboratorium riset karet, laboratorium pengendalian mutu pabrik ban dan barang jadi karet, serta program studi teknik kimia dan polimer. Varian 25 gram cocok untuk riset formulasi skala laboratorium dan keperluan analitik, sedangkan varian 500 gram sesuai untuk laboratorium yang rutin membuat kompon uji dalam jumlah banyak.

  • Akselerator vulkanisasi karet: DPG dipakai sebagai akselerator sekunder dalam formulasi kompon karet uji untuk mempelajari kecepatan pematangan dan sifat mekanik vulkanisat.
  • Standar primer titrasi asam: bentuknya padat, stabil, dan bersifat basa, sehingga dapat ditimbang akurat untuk menstandarkan larutan asam di laboratorium analitik.
  • Sintesis turunan guanidina: senyawa ini menjadi titik awal untuk membuat turunan guanidina tersubstitusi yang dikaji dalam kimia medisinal dan kimia koordinasi.
  • Basa organik dalam reaksi: kebasaannya yang moderat dapat dimanfaatkan sebagai basa atau katalis basa pada reaksi organik tertentu yang tidak cocok memakai basa anorganik.
  • Analisis aditif karet: dapat dipakai sebagai senyawa pembanding untuk mengidentifikasi dan mengukur sisa akselerator dalam produk karet dengan metode kromatografi.

Merek TCI (kode produk D0723)
Nomor CAS 102-06-7
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g, 500g
Bentuk fisik padatan (lihat CoA/SDS dari TCI untuk detail)
Penyimpanan wadah tertutup rapat, tempat sejuk dan kering

Simpan DPG dalam wadah asli tertutup rapat di tempat yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari asam kuat dan oksidator. Bila dipakai sebagai standar primer, keringkan dan simpan bahan sesuai prosedur standarisasi laboratorium, misalnya di dalam desikator. Senyawa ini berbahaya bila tertelan dan dapat mengiritasi, jadi gunakan sarung tangan, kacamata pengaman, jas laboratorium, dan masker debu saat menimbang dalam jumlah besar. Kumpulkan sisa bahan sebagai limbah kimia. Baca SDS sebelum memakainya.

  • Dvořák dkk. (2014). Removal of aniline, cyanides and diphenylguanidine from industrial wastewater using a full-scale moving bed biofilm reactor. Process Biochemistry doi:10.1016/j.procbio.2013.10.011
  • Bruze dkk. (1994). Occupational allergic contact dermatitis from diphenylguanidine in a gas mask. Contact Dermatitis doi:10.1111/j.1600-0536.1994.tb01941.x
  • Golounin (2013). Condensation of diphenylguanidine and hexamethylenediamine. Russian Journal of Applied Chemistry doi:10.1134/s107042721310025x

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.