1,3-Diphenylguanidine adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam sintesis senyawa kompleks. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang unik, terdiri dari guanidin yang terikat pada dua cincin fenil. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai reaktan atau katalis dalam reaksi substitusi, reaksi coupling, dan pembentukan ikatan nitrogen. Karena sifat reaktifnya, 1,3-Diphenylguanidine menjadi pilihan utama dalam penelitian kimia organik dan sintesis senyawa farmakologis.
Senyawa ini memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat reaktif terhadap berbagai kondisi lingkungan seperti suhu tinggi atau kelembapan berlebihan. Karakteristik ini membuatnya cocok untuk digunakan dalam reaksi yang memerlukan kontrol ketat terhadap kondisi reaksi. Selain itu, kemampuannya untuk membentuk ikatan dengan berbagai gugus fungsional menjadikannya sangat fleksibel dalam berbagai aplikasi kimia.
Di laboratorium Indonesia, 1,3-Diphenylguanidine sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmasi dan material. Bahan ini menjadi bagian dari kebutuhan dasar laboratorium yang fokus pada sintesis senyawa baru dan pengembangan produk kimia. Ketersediaannya di pasar lokal menjadikannya lebih mudah diakses oleh peneliti dan institusi pendidikan.
- Sintesis senyawa farmakologis karena kemampuannya dalam membentuk ikatan nitrogen
- Reaksi coupling untuk pembentukan senyawa kompleks dengan struktur heterociklik
- Katalis dalam reaksi substitusi untuk meningkatkan efisiensi reaksi kimia
- Pengembangan material baru dengan sifat kimia tertentu
- Penelitian tentang struktur dan reaktivitas senyawa organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 102-06-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
1,3-Diphenylguanidine harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terhindar dari kelembapan. Penyimpanan dalam lingkungan dengan suhu rendah dan kering sangat dianjurkan untuk menjaga stabilitas senyawa. Selama penanganan, perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata. Bahan ini tidak boleh disimpan bersama bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reduktif.
- Dvořák dkk. (2014). Removal of aniline, cyanides and diphenylguanidine from industrial wastewater using a full-scale moving bed biofilm reactor. Process Biochemistry doi:10.1016/j.procbio.2013.10.011
- Bruze dkk. (1994). Occupational allergic contact dermatitis from diphenylguanidine in a gas mask. Contact Dermatitis doi:10.1111/j.1600-0536.1994.tb01941.x
- Golounin (2013). Condensation of diphenylguanidine and hexamethylenediamine. Russian Journal of Applied Chemistry doi:10.1134/s107042721310025x
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

