Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 835-11-0

2,2'-Dihydroxybenzophenone, CAS 835-11-0, TCI D1099

2,2'-Dihydroxybenzophenone, CAS 835-11-0, TCI D1099

Identitas Kimia

No. CAS
835-11-0
PubChem
CID 70038·SID 87567662
Rumus molekul
C13H10O3
Berat molekul
214.22 g/mol
Kemurnian
>99.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
bis(2-hydroxyphenyl)methanone
SMILES
C1=CC=C(C(=C1)C(=O)C2=CC=CC=C2O)O
InChIKey
YIYBRXKMQFDHSM-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00002217
Harga reguler Rp 3.683.400,00
Harga reguler Rp 2.591.400,00 Harga obral Rp 3.683.400,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

2,2'-Dihydroxybenzophenone dari TCI adalah turunan benzofenon yang membawa satu gugus hidroksil pada posisi orto di masing-masing cincin fenil. Senyawa ini tergolong building block non-heterosiklik dan dekat secara struktur dengan keluarga hidroksibenzofenon yang dikenal sebagai penyerap sinar UV. Di laboratorium, bahan ini dipakai sebagai bahan antara sintesis organik, prekursor kerangka xanton, ligan untuk kompleks logam, dan senyawa model dalam penelitian fotostabilisasi bahan polimer.

Keunggulan utamanya berasal dari letak gugus hidroksil yang berdekatan dengan gugus karbonil. Susunan ini memungkinkan terbentuknya ikatan hidrogen intramolekul, yang menjadi dasar mekanisme penyerap UV golongan hidroksibenzofenon: energi cahaya diserap lalu dilepaskan sebagai panas tanpa merusak molekul. Dua gugus fenol juga membuka banyak pilihan reaksi, misalnya eterifikasi, esterifikasi, dan siklisasi intramolekul. Selain itu, atom oksigen fenolat dan karbonil dapat bersama-sama mengikat ion logam.

Di Indonesia, senyawa ini berguna bagi laboratorium kimia organik dan bahan alam, mengingat kerangka xanton banyak ditemukan dalam tumbuhan tropis seperti manggis. Laboratorium polimer dan pelapis juga dapat memanfaatkannya untuk mempelajari perlindungan bahan terhadap paparan sinar matahari yang intens di iklim tropis. Kemasan 10g dan 25g memadai untuk sintesis skala laboratorium, studi spektroskopi, dan pembuatan seri turunan untuk perbandingan.

Brosur TCI (PDF)

  • Prekursor xanton: siklodehidrasi intramolekul kedua gugus hidroksil menghasilkan kerangka xanton, inti struktur penting dalam kimia bahan alam dan riset senyawa bioaktif.
  • Model penyerap UV: ikatan hidrogen antara hidroksil orto dan karbonil membuatnya cocok untuk mempelajari mekanisme fotostabilisasi pada polimer, pelapis, dan bahan kosmetik.
  • Ligan kompleks logam: atom oksigen fenolat dan karbonil dapat berkoordinasi dengan ion logam, sehingga senyawa ini berguna dalam sintesis dan karakterisasi kompleks baru.
  • Bahan antara sintesis organik: dua gugus fenol dapat dieterifikasi atau diesterifikasi secara bertahap untuk membuat monomer, turunan benzofenon, dan senyawa fungsional lainnya.
  • Kajian spektroskopi dan fotokimia: struktur benzofenon terkonjugasi dengan ikatan hidrogen intramolekul menjadi contoh yang baik untuk studi UV-Vis, fluoresensi, dan transfer proton keadaan tereksitasi.

Merek TCI
Nomor CAS 835-11-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 10g, 25g
Bentuk fisik padatan, lihat CoA untuk rincian tiap lot
Penyimpanan suhu ruang, wadah tertutup rapat, kering dan terlindung dari cahaya

Simpan 2,2'-Dihydroxybenzophenone dalam wadah asli yang tertutup rapat, sebaiknya botol kaca gelap, di tempat kering dan sejuk pada suhu ruang. Lindungi dari cahaya langsung dan jauhkan dari oksidator kuat serta basa kuat yang dapat bereaksi dengan gugus fenol. Saat menimbang, hindari pembentukan debu dan bekerjalah di area berventilasi atau lemari asam. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Cuci tangan setelah bekerja dan buang limbah sesuai SDS serta aturan limbah kimia setempat.

  • Inoue dkk. (1993). Novel UV absorbers prepared from 2,4‐dihydroxybenzophenone and hexachlorocyclotriphosphazene. Journal of Applied Polymer Science doi:10.1002/app.1993.070501101
  • He (2011). Protective effects of 2,4-dihydroxybenzophenone against acetaminophen-induced hepatotoxicity in mice. World Journal of Gastroenterology doi:10.3748/wjg.v17.i21.2663
  • OVCHINNIKOV dkk. (1997). ChemInform Abstract: Synthesis of 3,3′‐Diacryloylamido‐4,4′‐dihydroxybenzophenone.. ChemInform doi:10.1002/chin.199720098

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.