2,3-Dimethyl-1,3-butadiene adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini memiliki struktur alkena yang sangat reaktif, sehingga sering digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan senyawa organik. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan pembangun (building block) yang memungkinkan peneliti menghasilkan senyawa dengan struktur tertentu.
Bahan ini stabil karena ditambahkan BHT (butylated hydroxytoluene) sebagai pengawet. BHT membantu mencegah oksidasi dan degradasi senyawa, sehingga memperpanjang masa simpan dan menjaga kualitas bahan. Karena sifat reaktivanya, senyawa ini memerlukan penanganan yang hati-hati, tetapi kestabilan yang diberikan oleh BHT membuatnya lebih aman untuk digunakan dalam skala laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, bahan ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam sintesis senyawa yang memerlukan reaktivitas tinggi. Bahan ini juga ditemukan dalam berbagai aplikasi industri dan penelitian yang membutuhkan senyawa dengan struktur alkena. Ketersediaannya di pasar lokal menjadikannya pilihan yang praktis dan efisien bagi para peneliti.
- Sintesis senyawa organik kompleks yang memerlukan reaktivitas tinggi
- Pengembangan bahan kimia untuk industri farmasi dan plastik
- Penelitian tentang reaksi polimerisasi dan reaksi cross-linking
- Pembuatan senyawa aroma dan bahan aditif dalam industri makanan
- Pengujian sifat kimia senyawa baru dalam penelitian material
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 513-81-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 10mL, 25mL |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Bahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Karena sifat reaktifnya, wadah harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti gelas atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Peneliti harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat menangani bahan ini. Penyimpanan yang tepat akan memastikan kestabilan bahan dan keselamatan di laboratorium.
—
