1,3-Butadiene Monoepoxide adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang unik, yang memungkinkan reaksi kimia kompleks dan pembentukan senyawa dengan struktur beragam. Dalam laboratorium, senyawa ini sering dipakai untuk membangun molekul kompleks yang diperlukan dalam penelitian farmakologi, sintesis organik, dan studi material. Karena sifat reaktivanya yang tinggi, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai reaksi kimia yang memerlukan kestabilan dan fleksibilitas struktur.
Karakteristik utama dari 1,3-Butadiene Monoepoxide adalah sifat reaktif dan kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi kimia seperti reaksi adisi, substitusi, dan siklisasi. Senyawa ini memiliki struktur yang mudah berubah, sehingga cocok untuk berbagai aplikasi sintetik. Kelebihan lainnya adalah kemampuannya untuk berinteraksi dengan berbagai reaktan dan katalis, memperluas lingkup aplikasi dalam penelitian ilmiah. Karena sifatnya yang sangat reaktif, senyawa ini memerlukan penanganan yang hati-hati untuk memastikan keamanan dan hasil yang akurat.
Di laboratorium Indonesia, 1,3-Butadiene Monoepoxide digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, terutama dalam bidang kimia organik dan farmasi. Bahan ini sangat relevan dalam penelitian yang memerlukan senyawa dengan struktur heterosiklik, seperti dalam pengembangan obat baru dan sintesis senyawa kompleks. Ketersediaannya di pasar lokal membuatnya mudah diakses oleh peneliti dan institusi pendidikan tinggi di Indonesia.
Produk TCI terkait
- TCI E0956 106-86-5 1,2-Epoxy-4-vinylcyclohexane (mixture of isomers)
- TCI D2077 23354-93-0 1,4-Di(2-thienyl)-1,3-butadiene (mixture of isomers)
- TCI D1148 513-81-5 2,3-Dimethyl-1,3-butadiene (stabilized with BHT)
- TCI B6533 106-99-0 1,3-Butadiene (ca. 5% in N,N-Dimethylformamide, ca. 0.9 mol/L)
- TCI B6532 106-99-0 1,3-Butadiene (ca. 6% in Dichloromethane, ca. 1.5 mol/L)
- TCI A0221 106-92-3 Allyl Glycidyl Ether
- Sintesis senyawa heterosiklik digunakan untuk membangun struktur molekul kompleks
- Reaksi adisi untuk menghasilkan senyawa dengan struktur beragam
- Pengembangan obat baru dalam bidang farmakologi
- Penelitian material kimia untuk aplikasi industri
- Studi reaktivitas senyawa dalam reaksi kimia organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 930-22-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan udara |
1,3-Butadiene Monoepoxide harus disimpan dalam wadah tertutup dan jauh dari sumber panas serta paparan udara. Bahan ini sangat reaktif, sehingga harus disimpan dalam lingkungan yang stabil dan kering. Penanganan harus dilakukan dengan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Pastikan area penyimpanan memiliki ventilasi yang baik dan tidak terkena sinar matahari langsung. Karena sifat reaktivanya, bahan ini harus dipertimbangkan dalam penggunaan dan penyimpanan yang hati-hati untuk menghindari risiko kecelakaan.
- Adler dkk. (1997). In vitro and in vivo mutagenicity of the butadiene metabolites butadiene diolepoxide, butadiene monoepoxide and diepoxybutane. Mutagenesis doi:10.1093/mutage/12.5.339
- Thornton-Manning dkk. (1996). Gender and species differences in the metabolism of 1,3-butadiene to butadiene monoepoxide and butadiene diepoxide in rodents following low-level inhalation exposures. Toxicology doi:10.1016/0300-483x(96)03466-x
- GODLESKI (1997). ChemInform Abstract: Use of PdL4 Complexes in the Selective “1,4” Addition of Nucleophiles to Butadiene Monoepoxide. ChemInform doi:10.1002/chin.199710220
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

