5,6-Dimethylbenzimidazole adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik. Bahan ini memiliki struktur heterosiklik yang memungkinkan reaktivitas tinggi dalam berbagai kondisi kimia. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa kompleks, seperti obat, pestisida, atau bahan kimia industri. Karena sifatnya yang stabil dan reaktif, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam penelitian kimia organik.
5,6-Dimethylbenzimidazole memiliki struktur molekuler yang khas, dengan dua gugus metil pada posisi 5 dan 6 dari cincin imidazol. Senyawa ini bersifat tidak berwarna dan biasanya berbentuk padat. Karena kemurniannya tinggi dan konsistensi sifat kimia, senyawa ini sangat cocok untuk digunakan dalam reaksi kimia yang memerlukan presisi tinggi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmasi dan industri kimia. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini sebagai bahan baku untuk eksperimen yang memerlukan senyawa heterosiklik stabil dan reaktif.
- Sintesis senyawa obat dengan struktur heterosiklik kompleks
- Pengembangan bahan kimia industri yang memerlukan reaktivitas tinggi
- Penelitian tentang reaksi kimia organik dalam kondisi tertentu
- Produksi pestisida dan bahan pertanian sintetis
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 582-60-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
5,6-Dimethylbenzimidazole harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan kelembapan. Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan sinar matahari langsung. Dalam penanganan, gunakan sarung tangan dan masker untuk melindungi kulit dan pernapasan. Bahan ini tidak beracun, namun tetap harus dianggap sebagai bahan kimia yang perlu dihormati dalam laboratorium.
- KUZ'MINYKH dkk. (1994). ChemInform Abstract: Bromination of 1,2‐Dimethylbenzimidazole with N‐Bromosuccinimide. ChemInform doi:10.1002/chin.199427063
- Zielinski dkk. (2016). Pressure-induced preference for solvation of 5,6-dimethylbenzimidazole. CrystEngComm doi:10.1039/c6ce00419a
- Trzebiatowski dkk. (1994). The cobT gene of Salmonella typhimurium encodes the NaMN: 5,6-dimethylbenzimidazole phosphoribosyltransferase responsible for the synthesis of N1-(5-phospho-alpha-D-ribosyl)-5,6-dimethylbenzimidazole, an intermediate in the synthesis of the nucleotide loop of cobalamin. Journal of Bacteriology doi:10.1128/jb.176.12.3568-3575.1994
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
