Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 385-00-2

2,6-Difluorobenzoic Acid, CAS 385-00-2, TCI D1629

2,6-Difluorobenzoic Acid, CAS 385-00-2, TCI D1629

Identitas Kimia

No. CAS
385-00-2
PubChem
CID 9796·SID 87568107
Rumus molekul
C7H4F2O2
Berat molekul
158.10 g/mol
Kemurnian
>98.0%(T)(GC)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2,6-difluorobenzoic acid
SMILES
C1=CC(=C(C(=C1)F)C(=O)O)F
InChIKey
ONOTYLMNTZNAQZ-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00002411
Harga reguler Rp 2.199.750,00
Harga reguler Rp 1.554.000,00 Harga obral Rp 2.199.750,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

2,6-Difluorobenzoic Acid adalah asam benzoat dengan dua atom fluor pada posisi orto (2 dan 6) terhadap gugus karboksilat. Senyawa ini termasuk building block berfluor yang penting di laboratorium sintesis, terutama dalam pengembangan bahan aktif agrokimia dan farmasi. Gugus asam karboksilatnya dapat diubah menjadi klorida asam, ester, amida, atau nitril, sehingga cincin 2,6-difluorofenil dapat dipasang ke berbagai molekul target. Turunan 2,6-difluorobenzamida, misalnya, dikenal sebagai bagian struktur insektisida golongan benzoilurea.

Atom fluor memberi pengaruh besar pada sifat molekul. Dua fluor di posisi orto menarik elektron dan meningkatkan keasaman gugus karboksilat. Keduanya juga menciptakan efek sterik dan elektronik yang memengaruhi konformasi amida turunannya. Dalam kimia medisinal dan agrokimia, substitusi fluor sering dipakai untuk meningkatkan stabilitas metabolik, lipofilisitas, dan daya ikat terhadap target biologis. Karena itu, building block berfluor seperti ini sangat diminati dalam perancangan senyawa baru.

Di Indonesia, bahan ini dibutuhkan oleh laboratorium R&D agrokimia, perusahaan farmasi, dan kelompok riset kimia medisinal di universitas yang merancang senyawa aktif berfluor. Laboratorium analisis residu pestisida juga dapat memanfaatkannya sebagai senyawa pembanding, karena asam ini dikenal sebagai produk degradasi beberapa insektisida benzoilurea. Kemasan 25 g cukup untuk banyak percobaan sintesis skala laboratorium maupun penyiapan larutan standar.

Brosur TCI (PDF)

  • Sintesis senyawa agrokimia: asam ini menjadi prekursor 2,6-difluorobenzamida dan turunannya yang merupakan fragmen kunci insektisida benzoilurea pengatur pertumbuhan serangga.
  • Kimia medisinal berfluor: cincin 2,6-difluorofenil dipasang pada kandidat obat untuk mempelajari pengaruh fluor terhadap stabilitas metabolik, lipofilisitas, dan interaksi dengan target.
  • Pembentukan amida dan ester: gugus karboksilat yang lebih asam akibat dua fluor orto mudah diaktivasi menjadi klorida asam untuk reaksi kopling dengan amina dan alkohol.
  • Standar analisis residu: sebagai produk degradasi yang dikenal dari beberapa insektisida benzoilurea, senyawa ini berguna sebagai pembanding dalam analisis residu pada sampel lingkungan dan pertanian.
  • Riset kimia koordinasi dan material: anion 2,6-difluorobenzoat dapat dipakai sebagai ligan karboksilat untuk mempelajari pengaruh substitusi fluor pada struktur kompleks logam.

Merek TCI (kode produk D1629)
Nomor CAS 385-00-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks
Ukuran kemasan 25 g
Bentuk fisik padatan (serbuk/kristal)
Penyimpanan wadah tertutup rapat pada suhu ruang, tempat kering dan sejuk

Simpan 2,6-Difluorobenzoic Acid dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat kering, sejuk, dan berventilasi baik, terpisah dari basa kuat dan oksidator. Debunya dapat mengiritasi mata, kulit, dan saluran pernapasan, sehingga sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium wajib dipakai, dengan masker debu bila menimbang dalam jumlah besar. Saat mengubahnya menjadi klorida asam dengan pereaksi seperti tionil klorida, kerjakan di lemari asam karena terbentuk gas korosif. Perhatikan pula bahwa pembakaran senyawa berfluor dapat menghasilkan gas berbahaya. Baca SDS dari TCI sebelum memakai.

  • Karabacak dkk. (2011). Structural and spectroscopic characterization of 2,3-difluorobenzoic acid and 2,4-difluorobenzoic acid with experimental techniques and quantum chemical calculations. Spectrochimica Acta Part A: Molecular and Biomolecular Spectroscopy doi:10.1016/j.saa.2011.05.008
  • LI dkk. (1996). ChemInform Abstract: Syntheses of 2‐Chloro‐4,5‐difluorobenzoic Acid.. ChemInform doi:10.1002/chin.199630117
  • BRAISH dkk. (1993). ChemInform Abstract: Synthesis of 2‐Bromo‐4,5‐difluorobenzoic Acid.. ChemInform doi:10.1002/chin.199330143

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.