(R)-(-)-N-(3,5-Dinitrobenzoyl)-alpha-phenylglycine adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan biokimia. Bahan ini sering ditemukan dalam penelitian terkait sintesis peptida dan studi interaksi molekuler. Sebagai derivat asam amino fenilglikol, senyawa ini memiliki struktur kompleks yang memungkinkan penggunaannya dalam berbagai reaksi kimia. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa aktif biologis, termasuk dalam pengembangan obat dan senyawa farmakologis.
Senyawa ini memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat berpartisipasi dalam reaksi peptidasi. Struktur molekulnya yang spesifik memungkinkan interaksi dengan berbagai enzim dan reaktif kimia, menjadikannya pilihan ideal dalam penelitian biokimia. Keunggulan utamanya adalah kemampuannya untuk berfungsi sebagai substrat atau inhibitor dalam reaksi tertentu, sehingga sangat berguna dalam studi mekanisme reaksi dan aktivitas enzimatik.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan oleh peneliti di bidang kimia dan biologi molekuler. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan bahan ini dalam proyek penelitian yang berkaitan dengan sintesis senyawa aktif dan studi interaksi molekuler. Ketersediaan dan kualitas bahan ini mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di Indonesia.
- Sintesis senyawa aktif biologis untuk pengembangan obat
- Studi interaksi molekuler dalam reaksi enzimatik
- Analisis struktur kimia dalam penelitian biokimia
- Pengembangan senyawa farmakologis melalui modifikasi kimia
- Penelitian tentang mekanisme reaksi peptidasi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 74927-72-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Peptide Chemistry |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Bahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung. Penggunaan bahan ini sebaiknya dilakukan dalam lingkungan laboratorium yang terkontrol, dengan penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Karena sifat kimianya yang kompleks, bahan ini harus ditangani dengan hati-hati untuk mencegah kontaminasi atau reaksi tidak terduga.
—


