TCI D2651 3,5-Dibenzyloxybenzyl Alcohol adalah senyawa aromatik yang memiliki inti benzena dengan dua gugus benziloksi pada posisi 3 dan 5 serta satu gugus alkohol benzilik pada posisi 1. Struktur bercabang tiga arah inilah yang membuatnya dikenal luas sebagai bahan dasar pembangun dendron dan dendrimer tipe poli(benzil eter), yaitu molekul bercabang teratur yang tumbuh secara berulang dari generasi ke generasi. Di laboratorium, senyawa ini berfungsi sebagai unit pengulang yang menentukan bentuk, ukuran, dan kepadatan cabang molekul akhir yang dibangun peneliti.
Sifat yang membuatnya dipilih adalah kombinasi gugus pelindung dan gugus reaktif dalam satu molekul. Dua gugus benziloksi berperan sebagai gugus pelindung fenol yang stabil terhadap banyak kondisi reaksi, namun dapat dilepas kembali melalui hidrogenolisis ketika diperlukan pembukaan situs fenolik. Sementara itu, gugus alkohol benzilik mudah diubah menjadi benzil halida, tosilat, atau eter melalui reaksi standar, sehingga menjadi titik sambung untuk tahap pertumbuhan berikutnya. Kelarutannya yang baik dalam pelarut organik umum serta bentuknya sebagai padatan yang mudah ditangani menjadikan senyawa ini praktis untuk kerja sintesis bertahap dengan pemurnian kromatografi.
Di lingkungan laboratorium Indonesia, bahan ini banyak diminati kelompok riset kimia material, kimia supramolekul, dan kimia polimer di perguruan tinggi serta lembaga penelitian. Penelitian mengenai pembawa obat berbasis dendrimer, sensor molekuler, dan material fotoaktif kerap membutuhkan bahan awal semacam ini. Kemasan 5 g dan 25 g membantu peneliti menyesuaikan pembelian dengan skala percobaan, mulai dari optimasi metode hingga sintesis berulang untuk pengujian lanjutan.
- Sintesis dendron dan dendrimer poli(benzil eter), karena struktur AB2-nya memungkinkan pertumbuhan cabang secara konvergen dengan tingkat keteraturan struktur yang sangat tinggi.
- Kimia supramolekul, sebab cabang aromatik yang besar memberi efek sterik dan lingkungan hidrofobik yang berguna untuk membentuk rongga pengikat molekul tamu.
- Prekursor senyawa fenolik terlindungi, karena gugus benziloksi dapat dibuka melalui hidrogenolisis pada tahap akhir sintesis tanpa merusak kerangka molekul lainnya.
- Pengembangan material pembawa obat, karena arsitektur dendritik yang dibangun darinya menyediakan banyak titik ujung untuk penempelan gugus fungsi atau molekul aktif.
- Sintesis ligan dan katalis berukuran besar, sebab lingkungan sterik dari cabang benziloksi dapat mengendalikan selektivitas reaksi di sekitar pusat logam katalitik.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry), kode katalog D2651 |
|---|---|
| Nomor CAS | 24131-31-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g dan 25 g |
| Bentuk fisik | padatan pada suhu ruang |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya langsung |
Simpan senyawa ini dalam wadah asli yang tertutup rapat pada suhu ruang yang sejuk, kering, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Alkohol benzilik dapat teroksidasi perlahan menjadi aldehida bila terpapar udara dan cahaya dalam waktu lama, sehingga penutupan botol yang baik setelah setiap pengambilan sangat penting untuk menjaga kualitas bahan. Gunakan spatula bersih dan kering agar tidak terjadi kontaminasi silang antar bahan. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium saat menimbang, serta lakukan penimbangan di area berventilasi baik untuk menghindari terhirupnya debu padatan. Jauhkan dari oksidator kuat dan buang sisa bahan melalui jalur limbah kimia.
—
