2,3-Dichlorophenylacetic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik. Senyawa ini memiliki struktur kimia yang kompleks, dengan dua klorin pada posisi 2 dan 3 dari fenilasetat. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan senyawa-senyawa lain yang memiliki aktivitas biologis tertentu. Sebagai building block, senyawa ini memungkinkan para peneliti untuk membangun molekul kompleks dengan presisi tinggi.
Karakteristik utama dari 2,3-Dichlorophenylacetic Acid adalah kestabilan kimianya dan kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia seperti reaksi substitusi, reaksi esterifikasi, dan reaksi kondensasi. Senyawa ini memiliki sifat polar dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan aseton. Keberagaman reaktivitasnya membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk berbagai eksperimen kimia.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Sebagai bahan baku yang terjangkau dan mudah ditemukan, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam pengembangan senyawa baru dan studi struktur molekul.
- Sintesis senyawa farmakologis untuk pengembangan obat baru
- Studi struktur molekul dalam kimia organik
- Reaksi substitusi pada rantai karbon untuk pembentukan senyawa kompleks
- Pengujian aktivitas biologis senyawa baru
- Penelitian tentang mekanisme reaksi kimia dalam lingkungan laboratorium
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 10236-60-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2,3-Dichlorophenylacetic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan penguapan. Simpan di tempat sejuk, kering, dan jauh dari paparan cahaya langsung. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker respirator. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata.
- Yuan dkk. (2023). Cysteine-functionalization zirconium-organic framework for efficient adsorption 2,4-dichlorophenylacetic acid from water. Journal of Environmental Chemical Engineering doi:10.1016/j.jece.2023.110162
- Zhu dkk. (2019). Synthesis, structures and urease inhibitory activities of three silver(I) complexes derived from 2,6-dichlorophenylacetic acid. Inorganica Chimica Acta doi:10.1016/j.ica.2018.09.023
- Mahieux dkk. (2012). Crystal structure of a hybrid salt–cocrystal and its resolution by preferential crystallization: ((±)trans-N,N′-dibenzyldiaminocyclohexane)(2,3-dichlorophenylacetic acid) 4. CrystEngComm doi:10.1039/c1ce05484h
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
