2,6-Dibromoanthraquinone adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam sintesis senyawa heterosiklik dan senyawa organik kompleks. Senyawa ini memiliki struktur dasar anthraquinone yang diperkuat oleh dua gugus bromo pada posisi 2 dan 6, sehingga memberikan sifat reaktivitas yang tinggi. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan pigmen, obat-obatan, dan bahan kimia industri.
Karena struktur molekulnya yang stabil dan kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi substitusi dan reaksi redoks, 2,6-Dibromoanthraquinone menjadi pilihan utama dalam penelitian kimia organik. Senyawa ini juga memiliki daya tarik karena kemampuannya untuk berinteraksi dengan berbagai reagen kimia seperti basa kuat, pelarut organik, dan agen oksidasi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, termasuk dalam bidang farmasi, kimia organik, dan material. Ketersediaannya di pasar lokal membuatnya mudah diakses oleh para peneliti dan institusi pendidikan.
Brosur TCI (PDF)
- Building Blocks for Organic Semiconductor 2026-03-24 · hal. 10
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat-obatan baru
- Pembuatan pigmen dan bahan warna dalam industri kimia
- Reaksi redoks untuk studi mekanisme reaksi kimia
- Penelitian tentang sifat optik dan elektronik senyawa organik
- Pengembangan bahan kimia untuk aplikasi industri dan lingkungan
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 633-70-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat, berwarna cokelat kehitaman |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
2,6-Dibromoanthraquinone harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya matahari langsung. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, perlu memakai sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata. Bahan ini bersifat kimia yang tidak beracun, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung untuk menjaga keselamatan di laboratorium.
- Dhakal dkk. (2016). Self-Healing Properties of 1-Amino,2,4-Dibromoanthraquinone Dye Doped in PMMA Polymer. The Journal of Physical Chemistry C doi:10.1021/acs.jpcc.6b10061
- Hamanoue dkk. (1991). Existence of the second excited triplet state of 1,8-dibromoanthraquinone observed by picosecond laser photolysis in solutions at room temperature. Journal of the Chemical Society, Faraday Transactions doi:10.1039/ft9918703487
- Hayashi dkk. (2001). High Frequency of Ras Mutations in Forestomach and Lung Tumors of B6C3F1 Mice Exposed to 1-Amino-2,4-dibromoanthraquinone for 2 Years. Toxicologic Pathology doi:10.1080/01926230152499908
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.








