Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 1003-04-9

4,5-Dihydro-3(2H)-thiophenone TCI D3511

4,5-Dihydro-3(2H)-thiophenone TCI D3511

Identitas Kimia

Nama lain
Tetrahydrothiophen-3-one · 3-Thiophanone
No. CAS
1003-04-9
Rumus molekul
C4H6OS
Berat molekul
102.15 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
thiolan-3-one
SMILES
C1CSCC1=O
InChIKey
DSXFPRKPFJRPIB-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00005412
PubChem
CID 61252
Harga reguler Rp 875.700,00
Harga reguler Harga obral Rp 875.700,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D3511 4,5-Dihydro-3(2H)-thiophenone adalah building block heterosiklik jenuh yang mengandung cincin lima anggota bersulfur dengan gugus keton di dalam cincin, dikenal pula sebagai tetrahidrotiofen-3-on. Di laboratorium sintesis organik, senyawa siklik bersulfur seperti ini penting karena atom sulfur memberi sifat elektronik, konformasi, dan kelarutan yang berbeda dari padanan cincin beroksigen atau bernitrogen. Peran utamanya adalah sebagai kerangka awal untuk membangun turunan tiofen jenuh maupun tak jenuh, termasuk amina siklik bersulfur, alkohol siklik, dan senyawa bercincin gabungan yang sulit disusun dari bahan pemula lain.

Sifat yang membuatnya dipilih adalah reaktivitas gugus keton pada lingkungan cincin. Karbonil di dalam cincin dapat mengalami adisi nukleofilik oleh reagen organologam, reduksi menjadi alkohol, aminasi reduktif menjadi amina siklik, serta pembentukan enolat yang membuka jalan bagi alkilasi pada posisi alfa dan reaksi kondensasi aldol. Kerangka cincin yang cukup tegang membuat reaksi berlangsung dengan selektivitas stereokimia yang menarik untuk dikaji. Atom sulfur juga dapat dioksidasi bertahap menjadi sulfoksida dan sulfon, sehingga sifat polaritas serta kemampuan pengikatan molekul turunan dapat diatur sesuai kebutuhan riset.

Di laboratorium Indonesia, senyawa ini dimanfaatkan pada riset sintesis bahan antara farmasi, kajian heterosiklik bersulfur, serta penelitian senyawa aroma dan bahan fungsional yang berkembang di kampus dan lembaga penelitian. Kemasan 5 g dan 25 g memberi pilihan sesuai skala kerja, baik untuk penapisan kondisi reaksi maupun pembuatan bahan antara berulang, dengan penyimpanan yang perlu dijaga sejuk karena keton bersulfur mudah teroksidasi.

  • Aminasi reduktif: karbonil cincin dapat diubah menjadi amina siklik bersulfur, bahan antara yang banyak dipakai pada penyusunan kandidat senyawa aktif farmasi.
  • Adisi organologam: reagen Grignard atau organolitium mengadisi gugus keton sehingga terbentuk alkohol tersier bercincin dengan pola substitusi baru.
  • Alkilasi posisi alfa: pembentukan enolat memungkinkan pemasangan gugus alkil di sisi karbonil sehingga kerangka cincin dapat dikembangkan secara terarah.
  • Sintesis heterosiklik bersulfur: kondensasi dengan reagen bernitrogen menghasilkan sistem cincin gabungan, termasuk turunan tiofen dan cincin terkondensasi lainnya.
  • Riset senyawa aroma dan bahan fungsional: keton bersulfur dikenal memiliki ciri elektronik dan sensorik khas, sehingga menarik untuk kajian bahan pewangi maupun material.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 1003-04-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik —
Penyimpanan simpan sejuk, tertutup rapat, hindari udara terbuka dan cahaya
  • Kode produk: D3511

Simpan dalam wadah asli yang tertutup sangat rapat di tempat sejuk, gelap, dan berventilasi baik, jauh dari bahan pengoksidasi serta sumber panas. Senyawa bersulfur mudah teroksidasi dan berbau menyengat, karena itu penyimpanan di bawah gas inert seperti nitrogen atau argon serta di lemari pendingin bahan kimia sangat membantu menjaga mutu; ikuti keterangan penyimpanan pada label lot. Buka dan timbang bahan hanya di dalam lemari asam untuk mengurangi penyebaran bau dan paparan uap. Gunakan sarung tangan, pelindung mata, dan jas laboratorium, lalu kelola tumpahan maupun limbahnya sesuai prosedur limbah kimia.

—