TCI D3661 (2S,3S)-(+)-2,3-Dihydro-3-hydroxy-2-(4-methoxyphenyl)-1,5-benzothiazepin-4(5H)-one adalah chiral building block dari kelompok sintesis asimetris yang memiliki kerangka benzotiazepinon tujuh anggota dengan dua pusat stereogenik terdefinisi pada posisi 2 dan 3, serta gugus 4-metoksifenil dan gugus hidroksil sekunder. Senyawa ini merupakan kerangka inti golongan benzotiazepin yang dikenal luas dalam kimia medisinal, dan gugus hidroksil serta nitrogen amida bebasnya menyediakan dua titik fungsionalisasi yang jelas. Di laboratorium, bahan ini digunakan sebagai bahan awal enansiomer murni untuk membangun turunan benzotiazepin dan sebagai senyawa acuan pada pekerjaan analisis.
Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah kemurnian stereokimia yang telah ditetapkan sebagai konfigurasi (2S,3S). Dalam sintesis asimetris, memulai dari bahan yang stereokimianya sudah benar jauh lebih efisien daripada membangun pusat kiral dari awal, karena menghindarkan kebutuhan resolusi rasemat, katalis kiral mahal, maupun pemurnian kromatografi kiral yang rumit. Rotasi optik positif menegaskan identitas enansiomernya, dan kerangka bisiklik yang kaku memberi geometri yang dapat diprediksi untuk perancangan molekul. Gugus hidroksil sekunder dapat diasilasi, dialkilasi, atau dioksidasi, sedangkan nitrogen amida dapat dialkilasi untuk memasang rantai samping, sehingga banyak turunan dapat dibuat dari satu bahan awal yang sama.
Laboratorium di Indonesia memanfaatkan bahan ini terutama pada riset kimia medisinal dan sintesis asimetris di perguruan tinggi, laboratorium pengembangan farmasi, serta laboratorium analisis yang memerlukan bahan pembanding untuk pengembangan dan validasi metode kromatografi. Kemasan 5 g cocok untuk penelitian skala laboratorium dan pengembangan metode, sedangkan kemasan 25 g menopang sintesis berulang atau pembuatan seri turunan. Karena bahan kiral bermutu tinggi tidak selalu mudah diperoleh, ketersediaan lokal sangat membantu kelangsungan penelitian.
- Sintesis asimetris turunan benzotiazepin: menyediakan kerangka enansiomer murni sehingga peneliti dapat langsung memodifikasi gugus fungsi tanpa membangun pusat kiral.
- Riset kimia medisinal: inti benzotiazepinon merupakan motif penting yang banyak ditelaah, sehingga bahan ini mempercepat pembuatan analog untuk kajian struktur dan aktivitas.
- Bahan pembanding analisis: dipakai sebagai standar identifikasi dan pengembangan metode kromatografi, termasuk pemeriksaan kemurnian serta pemisahan senyawa terkait.
- Studi stereokimia: dua pusat stereogenik yang terdefinisi memungkinkan penelitian pengaruh konfigurasi terhadap reaktivitas kimia maupun aktivitas biologis turunannya.
- Derivatisasi gugus hidroksil dan amida: kedua titik reaktif ini memungkinkan asilasi, alkilasi, dan reaksi lanjutan untuk membangun pustaka senyawa secara sistematis.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 42399-49-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Asymmetric Synthesis > Chiral Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g dan 25 g |
| Bentuk fisik | padatan kiral (turunan benzotiazepinon) |
| Penyimpanan | simpan sejuk, kering, tertutup rapat, dan terlindung cahaya sesuai anjuran label produsen |
Simpan wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung serta panas agar kemurnian kimia dan kemurnian optiknya tetap terjaga; hindari kondisi asam atau basa kuat serta pemanasan berlebihan yang berpotensi memicu perubahan stereokimia. Biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka untuk mencegah pengembunan pada padatan. Gunakan spatula bersih agar tidak terjadi kontaminasi silang, terutama bila bahan dipakai sebagai pembanding analisis. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta ikuti lembar data keselamatan produsen dalam penanganan dan pembuangan limbah.
—
