Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 610-92-4

2,5-Dihydroxyterephthalic Acid TCI D3899

2,5-Dihydroxyterephthalic Acid TCI D3899
Harga reguler Rp 2.332.050,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.332.050,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D3899 2,5-Dihydroxyterephthalic Acid adalah asam dikarboksilat aromatik yang membawa dua gugus hidroksil pada posisi 2 dan 5 cincin benzena. Senyawa ini paling dikenal sebagai ligan organik penyusun kerangka logam-organik (metal–organic framework atau MOF), khususnya keluarga MOF-74 atau CPO-27 yang tersusun dari ion logam divalen seperti magnesium, seng, nikel, atau kobalt. Di laboratorium material, bahan ini dilarutkan bersama garam logam dalam kondisi solvotermal sehingga membentuk padatan berpori kristalin dengan luas permukaan tinggi dan saluran satu dimensi yang teratur.

Sifat yang membuat senyawa ini istimewa adalah keberadaan empat titik koordinasi sekaligus, yaitu dua gugus karboksilat dan dua gugus hidroksil fenolik. Kombinasi ini memungkinkan pembentukan simpul logam-oksigen berbentuk heliks yang menyisakan situs logam terbuka setelah pelarut tamu dihilangkan melalui aktivasi. Situs logam terbuka inilah yang memberikan afinitas kuat terhadap molekul tamu bersifat basa Lewis seperti karbon dioksida, air, dan berbagai gas polar, sehingga kapasitas serapannya tergolong tinggi pada tekanan rendah. Kekakuan kerangka aromatiknya juga menjaga struktur pori tetap stabil sepanjang siklus adsorpsi dan desorpsi berulang.

Di Indonesia, bahan ini menarik bagi kelompok riset kimia material, teknik kimia, dan lingkungan yang menekuni penangkapan karbon dioksida, pemisahan gas, penyimpanan gas, serta katalisis heterogen. Isu penurunan emisi dan pengelolaan gas industri menjadikan penelitian MOF semakin relevan di kalangan akademisi maupun industri nasional. Tersedia dalam kemasan 5 g dan 25 g sehingga peneliti dapat memilih antara percobaan sintesis awal maupun optimasi skala yang lebih besar.

  • Sintesis MOF-74 dan CPO-27: senyawa ini menjadi ligan utama yang mengikat ion logam divalen membentuk kerangka berpori kristalin dengan saluran satu dimensi teratur.
  • Penangkapan karbon dioksida: situs logam terbuka pada MOF hasil sintesis mengikat molekul CO2 dengan kuat sehingga cocok dikaji untuk teknologi mitigasi emisi.
  • Penyimpanan dan pemisahan gas: struktur berpori yang dihasilkan diuji kemampuannya menyerap serta memisahkan gas seperti metana, hidrogen, dan hidrokarbon ringan.
  • Katalisis heterogen: situs logam tak jenuh pada kerangka berfungsi sebagai pusat asam Lewis untuk berbagai reaksi organik dengan katalis yang mudah dipisahkan.
  • Sintesis ligan terkoordinasi lain: gugus karboksilat dan hidroksilnya dipakai membentuk kompleks koordinasi maupun polimer koordinasi selain kerangka MOF-74 konvensional.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk D3899
Nomor CAS 610-92-4
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Materials Science > Organic-Inorganic Hybrid Materials > Metal Organic Frameworks (MOF) and Their Raw Materials
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik asam dikarboksilat aromatik berbentuk padatan untuk sintesis material berpori
Penyimpanan wadah tertutup rapat, tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya

Simpan padatan ini dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik serta terlindung dari sinar matahari langsung. Gugus hidroksil fenolik dapat mengalami oksidasi bertahap bila terpapar udara dan cahaya dalam waktu lama, sehingga botol sebaiknya tidak dibiarkan terbuka. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, masker debu, dan jas laboratorium saat menimbang karena serbuknya dapat mengiritasi kulit, mata, dan saluran pernapasan; sebaiknya penimbangan dilakukan di lemari asam atau timbangan berpelindung. Jauhkan dari basa kuat dan oksidator, serta gunakan spatula bersih untuk mencegah kontaminasi silang antarbahan.

  • Wu dkk. (2020). 2,5-Dihydroxyterephthalic Acid Accelerated Cu(NO3)2.3H2O-Catalyzed Homocoupling Reaction of Arylboronic Acids. Letters in Organic Chemistry doi:10.2174/1570178617666200210110041
  • Kurisaki dkk. (2014). Acid–base behavior and Al3+ complex formation of synthesized 2,3-dihydroxyterephthalic acid (DHTPA) at pH 3 as a model compound of Inogashira fulvic acid (IFA). Polyhedron doi:10.1016/j.poly.2014.02.006
  • Heiska dkk. (2022). Gas-phase deposition of di- and tetra-lithium salts of 2,5-dihydroxyterephthalic acid. Dalton Transactions doi:10.1039/d2dt00055e

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.