Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 951-87-1

meso-1,2-Diphenylethylenediamine TCI D3930

meso-1,2-Diphenylethylenediamine TCI D3930

Identitas Kimia

No. CAS
951-87-1
PubChem
CID 6931234·SID 125307283
Rumus molekul
C14H16N2
Berat molekul
212.30 g/mol
Kemurnian
>97.0%(T)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
(1R,2S)-1,2-diphenylethane-1,2-diamine
SMILES
C1=CC=C(C=C1)C(C(C2=CC=CC=C2)N)N
InChIKey
PONXTPCRRASWKW-OKILXGFUSA-N
MDL
MDL00274328
Harga reguler Rp 1.908.900,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.908.900,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D3930 meso-1,2-Diphenylethylenediamine adalah diamina vicinal yang membawa gugus fenil pada kedua atom karbon berdampingan, dengan konfigurasi meso sehingga molekulnya memiliki bidang simetri internal dan secara keseluruhan tidak bersifat optis aktif. Sebagai building block non-heterosiklik, senyawa ini berperan sebagai kerangka dasar pembentuk ligan, makrosiklus, dan berbagai turunan nitrogen di laboratorium sintesis organik. Kehadiran dua gugus amina primer pada posisi berdekatan menjadikannya reagen kelasi yang alami untuk berbagai logam transisi.

Sifat yang membuat senyawa ini dipilih adalah kemampuannya membentuk cincin kelat lima anggota yang stabil bersama ion logam, dipadukan dengan dua gugus fenil yang memberi lingkungan sterik khas di sekitar pusat logam. Konfigurasi meso membuatnya menjadi diastereomer pembanding yang sangat berharga terhadap bentuk (R,R) dan (S,S): dengan membandingkan perilaku katalis atau kompleks yang dibangun dari kedua bentuk tersebut, peneliti dapat memisahkan pengaruh sterik dari pengaruh kiralitas sesungguhnya. Selain itu, kedua gugus amina primernya mudah diubah menjadi imina, amida, sulfonamida, maupun urea melalui reaksi standar yang telah mapan.

Laboratorium kimia di Indonesia memanfaatkan senyawa jenis ini pada riset katalisis logam transisi, sintesis ligan tipe salen dan diamina, kajian pengenalan molekul, serta penelitian kimia koordinasi di perguruan tinggi maupun lembaga riset. Kemasan 1 g dan 5 g sesuai untuk pekerjaan sintesis ligan yang umumnya berjalan pada skala milimol, sehingga bahan dapat dimanfaatkan secara efisien tanpa penyimpanan berkepanjangan.

  • Sintesis ligan diamina untuk kompleks logam transisi, karena dua gugus amina primer yang berdekatan membentuk cincin kelat lima anggota yang stabil dan mudah terbentuk.
  • Pembuatan ligan tipe salen dan basa Schiff, sebab kondensasi dengan aldehida aromatik berlangsung mudah dan menghasilkan kerangka ligan tetradentat yang banyak dipakai.
  • Kajian stereokimia katalisis asimetrik, karena bentuk meso berfungsi sebagai pembanding akiral untuk memisahkan pengaruh sterik dari pengaruh kiralitas ligan sesungguhnya.
  • Sintesis makrosiklus dan senyawa pengenal molekul, mengingat kerangka diamina kaku dengan dua gugus fenil membantu mengarahkan pembentukan rongga pengikat yang terdefinisi.
  • Pembuatan turunan urea, tiourea, dan sulfonamida, sebab kedua gugus amina primernya bereaksi bersih dengan isosianat maupun sulfonil klorida pada kondisi laboratorium biasa.

Merek TCI (kode produk D3930)
Nomor CAS 951-87-1
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik padatan/kristal
Penyimpanan simpan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya

Diamina alifatik bersifat basa dan dapat menyerap karbon dioksida serta uap air dari udara sehingga membentuk karbamat dan menurunkan mutu bahan. Simpan botol dalam keadaan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, sebaiknya di dalam desikator atau di bawah atmosfer gas inert setelah dibuka. Gunakan spatula kering serta hindari kontak dengan asam kuat maupun bahan pengoksidasi. Karena amina umumnya bersifat iritan terhadap kulit, mata, dan saluran pernapasan, lakukan penimbangan di dalam lemari asam dengan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium.

—