N-Phenylethylenediamine adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam sintesis senyawa kompleks. Bahan ini memiliki struktur yang memungkinkan reaksi substitusi dan kondensasi dengan berbagai molekul lain, sehingga menjadi komponen penting dalam pembuatan senyawa heterosiklik dan molekul organik. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan untuk membangun struktur kimia yang lebih kompleks, baik dalam penelitian maupun pengembangan produk baru.
N-Phenylethylenediamine memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat sensitif terhadap suhu dan kelembapan. Senyawa ini juga bersifat basa, sehingga perlu diperhatikan dalam proses penyimpanan dan penggunaannya. Keberagaman aplikasinya membuat senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai bidang ilmu kimia, termasuk sintesis senyawa organik dan reaksi kimia industri.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, N-Phenylethylenediamine digunakan secara luas oleh peneliti dan institusi pendidikan untuk keperluan penelitian dan pengembangan. Bahan ini sangat relevan dalam bidang kimia organik, farmasi, dan material. Ketersediaannya yang terjangkau dan kualitasnya yang terjamin membuatnya menjadi pilihan favorit di berbagai laboratorium di Indonesia.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat
- Pembuatan bahan kimia intermediet dalam industri farmasi
- Reaksi kimia untuk pengembangan bahan material baru
- Penelitian tentang struktur molekul organik kompleks
- Pengujian katalis dan reaktivitas senyawa kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1664-40-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 10g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
N-Phenylethylenediamine harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung serta kelembapan tinggi. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau logam. Dalam proses penanganan, perlu diperhatikan penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena senyawa ini bersifat kimia yang bisa menyebabkan iritasi. Selalu pastikan area kerja bersih dan terkontrol untuk mencegah kontaminasi dan risiko kecelakaan.
- Gust dkk. (1995). Third Generation Antitumor Platinum(II) Complexes of the [1‐(Fluoro/difluorophenyl)‐2‐phenylethylenediamine]platinum(II) Type. Archiv der Pharmazie doi:10.1002/ardp.19953280706
- Li dkk. (2001). Constitutional Isomerism: Synthesis and Characterization of Ordered Polyamides from Isophthalic Acid and N-Phenylethylenediamine by Direct Polymerization. High Performance Polymers doi:10.1088/0954-0083/13/2/319
- Kettmann dkk. (1990). Crystal and molecular structure of potassium [Δ,Λ-racemic-(1-phenylethylenediamine-N,N,N',N'-tetraacetato)cobaltate(III)] sesquihydrate. Collection of Czechoslovak Chemical Communications doi:10.1135/cccc19901002
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
