Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 4808-48-4

2,3-Diphenylmaleic Anhydride TCI D3943

2,3-Diphenylmaleic Anhydride TCI D3943

Identitas Kimia

Nama lain
3,4-Diphenyl-2,5-furandione
No. CAS
4808-48-4
PubChem
CID 78530·SID 125307649
Rumus molekul
C16H10O3
Berat molekul
250.25 g/mol
Kemurnian
>95.0%(GC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
3,4-diphenylfuran-2,5-dione
SMILES
C1=CC=C(C=C1)C2=C(C(=O)OC2=O)C3=CC=CC=C3
InChIKey
OUJCFCNZIUTYBH-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00005521
Harga reguler Rp 5.512.500,00
Harga reguler Harga obral Rp 5.512.500,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

2,3-Diphenylmaleic Anhydride adalah senyawa anhidrida siklik lima anggota yang kedua posisi ikatan rangkapnya tersubstitusi cincin fenil, sehingga membentuk sistem terkonjugasi yang luas dan responsif terhadap cahaya. Di laboratorium, bahan ini banyak digunakan sebagai pereaksi spektroskopi dan probe fotokimia, karena kerangka difenilmaleat mampu menyerap radiasi ultraviolet dan memancarkan fluoresensi pada rentang tampak. Selain itu, gugus anhidrida yang reaktif menjadikannya bahan awal yang praktis untuk membentuk turunan maleimida, diester, maupun diamida yang membawa sifat optik serupa ke dalam molekul yang lebih besar.

Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah kombinasi antara kromofor terkonjugasi yang stabil dan gugus fungsi anhidrida yang mudah dibuka oleh amina maupun alkohol. Konjugasi silang antara dua cincin fenil dan inti maleat menghasilkan sifat emisi yang jelas sehingga senyawa ini nyaman dipakai sebagai standar pembanding maupun penanda dalam pengukuran fluoresensi. Cincin fenil yang saling berdekatan juga memberi geometri terpuntir yang khas, sebuah ciri struktur yang menarik dalam studi fotokimia, fotokromisme, dan perilaku emisi yang dipengaruhi keadaan agregasi. Bentuknya sebagai padatan memudahkan penimbangan presisi untuk pembuatan larutan stok berkonsentrasi tepat.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini umumnya dijumpai pada laboratorium kimia analitik instrumen, laboratorium fotokimia, dan kelompok riset material optik di universitas maupun lembaga penelitian. Ketersediaan kemasan 1 g dan 5 g memberi keleluasaan: ukuran kecil cocok untuk keperluan analisis dan pembuatan larutan standar, sedangkan ukuran lebih besar sesuai bagi laboratorium yang menjalankan sintesis turunan secara berkelanjutan sepanjang periode penelitian.

  • Pereaksi spektroskopi fluoresensi, karena sistem terkonjugasi difenilmaleat memberikan serapan ultraviolet dan emisi yang jelas sehingga cocok sebagai pembanding pada pengukuran instrumen.
  • Sintesis turunan maleimida bergugus fungsi, sebab cincin anhidrida mudah dibuka amina primer lalu ditutup kembali menjadi imida yang stabil.
  • Studi fotokimia dan fotoisomerisasi, mengingat kerangka alkena terkonjugasi bersubstituen aril kerap dipakai sebagai model reaksi teraktivasi cahaya di bangku laboratorium.
  • Bahan awal pewarna dan pigmen organik skala riset, karena kromofor bawaannya dapat dimodifikasi menjadi struktur berwarna dengan panjang gelombang serapan yang dapat diatur.
  • Modifikasi permukaan dan polimer fungsional, karena gugus anhidrida bereaksi dengan amina atau hidroksil pada rantai polimer untuk menyisipkan unit optik aktif.

Merek TCI
Nomor CAS 4808-48-4
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Analytical Chemistry > Analytical Reagents > Spectroscopy Reagents
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik padatan organik terkonjugasi; penampakan lot mengikuti keterangan label dan Certificate of Analysis produsen
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, terlindung cahaya, dan terhindar dari kelembapan

Gugus anhidrida bersifat peka terhadap air, karena itu wadah harus selalu tertutup rapat dan disimpan di tempat kering, sejuk, serta terlindung dari cahaya langsung. Penggunaan desikator atau lemari penyimpanan berpengering sangat dianjurkan untuk laboratorium di daerah dengan kelembapan tinggi. Timbang bahan secara cepat, sebaiknya di dalam lemari asam atau kotak kering, dan segera tutup kembali wadah induk. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium karena anhidrida dapat mengiritasi kulit, mata, dan saluran pernapasan. Jauhkan dari amina, alkohol, basa kuat, dan sumber uap air.

  • Yoon dkk. (1995). 2,3-Diphenylmaleic Anhydride, an Analogue of cis-Stilbene. Acta Crystallographica Section C Crystal Structure Communications doi:10.1107/s0108270194013892
  • Wang dkk. (2022). Development of a new type of multi-functional mechanochromic luminescence material by infusing a phenyl rotator into the structure of 3,4-diphenylmaleic anhydride. New Journal of Chemistry doi:10.1039/d2nj00033d

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.