TCI D4279 dengan nomor CAS 14919-49-4 adalah 3,4'-Dihydroxyflavone, senyawa flavonoid yang termasuk kelompok fenilpropanoid dan poliketida aromatik dalam kategori biokimia dan reagen ilmu hayati. Molekulnya memiliki kerangka flavon klasik, yaitu sistem 2-fenilkromen-4-on, dengan gugus hidroksil pada posisi 3 pada cincin C dan posisi 4' pada cincin B. Sebagai reagen laboratorium, senyawa flavon dengan pola hidroksilasi terdefinisi seperti ini banyak digunakan sebagai bahan pembanding, substrat model, dan senyawa uji dalam penelitian biokimia serta ilmu pangan.
Sifat yang membuatnya dipilih adalah pola substitusi hidroksilnya yang spesifik. Gugus hidroksil pada posisi 3 berdekatan dengan karbonil pada posisi 4 sehingga membentuk susunan yang mampu berperan dalam kelasi ion logam dan berkontribusi pada perilaku antioksidan yang banyak dikaji pada golongan flavonol. Sementara itu, hidroksil pada posisi 4' cincin B memengaruhi distribusi elektron dan sifat spektroskopi molekul. Sistem terkonjugasi flavon memberikan serapan ultraviolet yang khas, sehingga senyawa ini mudah dideteksi pada analisis kromatografi cair dengan detektor UV maupun susunan dioda. Kejelasan struktur dan mutu terstandar menjadikannya rujukan yang andal.
Di Indonesia, senyawa ini banyak digunakan pada laboratorium fitokimia, riset bahan alam, laboratorium teknologi pangan, dan penelitian farmasi yang menelaah aktivitas biologis flavonoid. Kemasan 1 g cukup memadai untuk pembuatan larutan induk, kurva kalibrasi, maupun rangkaian uji aktivitas berulang. Mengingat kekayaan sumber bahan alam Indonesia, senyawa pembanding flavonoid berkualitas sangat membantu peneliti dalam mengidentifikasi dan membandingkan kandungan ekstrak tumbuhan.
Brosur TCI (PDF)
- Polyphenols 2024-12-05 · hal. 1
- Phytochemicals 2025-12-17 · hal. 10
- Senyawa pembanding fitokimia, karena struktur flavon terdefinisi membantu identifikasi dan konfirmasi keberadaan flavonoid pada ekstrak tumbuhan hasil isolasi.
- Uji aktivitas antioksidan, sebab kerangka flavonol dengan gugus hidroksil bebas sering dijadikan model dalam pengukuran kapasitas penangkapan radikal bebas.
- Kajian interaksi flavonoid dengan ion logam, karena susunan hidroksil dan karbonil yang berdekatan memungkinkan pembentukan kompleks kelasi yang dapat diamati.
- Pengembangan metode analisis, mengingat serapan ultraviolet yang khas memudahkan penyusunan kurva kalibrasi pada kromatografi cair kinerja tinggi berdetektor UV.
- Penelitian biokimia sel dan enzim, karena flavon terhidroksilasi kerap digunakan sebagai senyawa uji dalam skrining aktivitas biologis skala laboratorium.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 14919-49-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Phenylpropanoids, Aromatic Polyketides |
| Ukuran kemasan | 1 g |
| Bentuk fisik | padatan pada suhu ruang; rincian teknis mengikuti lembar data dan Certificate of Analysis produk |
| Penyimpanan | — |
- Kode produk: D4279
Simpan dalam botol asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, karena senyawa polifenolik umumnya sensitif terhadap cahaya, udara, dan kelembapan yang dapat memicu oksidasi bertahap. Hindari membuka botol berulang kali dalam waktu singkat; bila diperlukan pemakaian rutin, siapkan larutan induk dan simpan terbagi dalam vial kecil bertutup rapat. Gunakan spatula bersih dan kering, serta kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium saat menimbang. Catat tanggal pembukaan pertama pada label agar riwayat penggunaan bahan tetap terdokumentasi dengan baik.
- Dhaliwal dkk. (2024). 7, 8-dihydroxyflavone Ameliorates Cholinergic Dysfunction, Inflammation, Oxidative Stress, and Apoptosis in a Rat Model of Vascular Dementia. Neurochemical Research doi:10.1007/s11064-023-04090-9
- Karakaya dkk. (2023). Investigation of the Pharmacokinetic Properties and Theoretical Chemical Activities of 7,8-Dihydroxyflavone and 4'-Dimethylamino-7,8-Dihydroxyflavone. Current Pharmaceutical Analysis doi:10.2174/1573412919666230313143549
- Song dkk. (2016). Inhibitory Effect of Chrysin (5,7-Dihydroxyflavone) on Experimental Choroidal Neovascularization in Rats. Ophthalmic Research doi:10.1159/000444929
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

