4,7-Dibromo-2,1,3-benzoxadiazole adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, terutama dalam bidang material dan teknologi semikonduktor. Bahan ini sering diaplikasikan sebagai bahan dasar dalam pembuatan material inorganik dan organik yang memiliki sifat konduktif atau optik tertentu. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai komponen penting dalam sintesis senyawa kompleks yang memerlukan struktur heteroaromatik.
Karena struktur kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, 4,7-Dibromo-2,1,3-benzoxadiazole menjadi pilihan utama para peneliti dalam proses sintesis dan modifikasi molekuler. Senyawa ini memiliki kemampuan untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsional, sehingga memungkinkan pembuatan senyawa baru dengan sifat yang diinginkan. Karakteristik ini menjadikannya sangat relevan dalam penelitian material dan kimia organik.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian terkait teknologi semikonduktor, material optik, dan aplikasi dalam bidang elektronik. Peneliti di berbagai institusi pendidikan dan penelitian memanfaatkan senyawa ini untuk pengembangan material baru yang memiliki potensi aplikasi dalam industri dan teknologi modern.
- Pengembangan material semikonduktor organik untuk perangkat optoelektronik
- Sintesis senyawa heteroaromatik untuk penelitian kimia organik
- Modifikasi permukaan material untuk meningkatkan sifat konduktif
- Penelitian tentang sifat optik dan elektronik material baru
- Penggunaan dalam pembuatan komponen elektronik berbasis material inorganik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 54286-63-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Material Building Blocks > Small Molecule Semiconductor Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 200mg, 1g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung serta kelembapan. Penyimpanan dalam lingkungan kering dan dingin akan meminimalkan risiko degradasi. Saat menangani bahan ini, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk menghindari risiko kebocoran atau kontaminasi.
—
