Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 5279-32-3

5,6-Dibromo-1,3-benzodioxole TCI D4737

5,6-Dibromo-1,3-benzodioxole TCI D4737

Identitas Kimia

Nama lain
4,5-Dibromo-1,2-methylenedioxybenzene
No. CAS
5279-32-3
Rumus molekul
C7H4Br2O2
Berat molekul
279.92 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
5,6-dibromo-1,3-benzodioxole
SMILES
C1OC2=CC(=C(C=C2O1)Br)Br
InChIKey
WPYAICCSYGUFTK-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00094476
PubChem
CID 225814
Harga reguler Rp 823.200,00
Harga reguler Harga obral Rp 823.200,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D4737 dengan nomor CAS 5279-32-3 adalah 5,6-Dibromo-1,3-benzodioxole, blok pembangun heterosiklik yang tersusun dari cincin benzena terfusi dengan gugus metilendioksi serta dua atom bromin bersebelahan. Motif 1,3-benzodioksol atau metilendioksibenzena banyak dijumpai pada senyawa bahan alam maupun molekul bioaktif, sehingga kerangka ini kerap menjadi titik awal yang praktis bagi peneliti sintesis organik. Kehadiran dua bromin yang berdampingan memberi peluang membangun struktur yang lebih besar secara bertahap maupun serentak, tergantung pada strategi sintesis yang dipilih.

Sifat yang membuat senyawa ini dipilih adalah gabungan antara kerangka aromatik kaya elektron dan dua titik reaksi halida yang berdekatan. Gugus metilendioksi memberikan sifat donor elektron sekaligus mengunci dua oksigen dalam cincin lima anggota, sehingga kerangka menjadi kaku dan terdefinisi secara geometris. Kedua atom bromin pada posisi orto satu sama lain sangat berguna untuk reaksi kopling silang berurutan, pembentukan benzuna, siklisasi anulasi, maupun pembuatan sistem terfusi. Pola substitusi tersebut memberi keleluasaan besar bagi ahli sintesis dalam merancang kerangka polisiklik dari bahan awal yang sederhana.

Laboratorium kimia bahan alam dan kimia medisinal di Indonesia sering bekerja dengan motif metilendioksibenzena karena banyak senyawa turunan lignan, alkaloid, dan flavonoid mengandung gugus ini. Kemasan 1 g dan 5 g memudahkan penelitian skala laboratorium, baik untuk penapisan kondisi reaksi maupun sintesis target dalam jumlah kecil. AMI Scientific menyediakan produk TCI ini untuk mendukung kegiatan riset sintesis organik dalam negeri.

  • Sintesis senyawa mirip bahan alam: motif metilendioksibenzena banyak dijumpai pada lignan dan alkaloid, sehingga kerangka ini menjadi titik awal yang tepat.
  • Kopling silang berurutan: dua bromin berdampingan dapat direaksikan bertahap sehingga peneliti mampu memasang dua gugus berbeda secara terkendali.
  • Pembentukan sistem terfusi polisiklik: posisi orto kedua halida mendukung reaksi anulasi dan siklisasi intramolekul menuju kerangka aromatik yang lebih luas.
  • Prekursor benzuna: dihalida orto pada cincin aromatik dapat dipakai untuk membangkitkan spesies benzuna dalam kajian reaksi sikloadisi.
  • Riset intermediat kimia medisinal: kerangka kaya elektron ini dipakai untuk menyusun analog senyawa bioaktif dengan variasi substituen yang terarah.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk D4737
Nomor CAS 5279-32-3
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik padatan; rincian penampakan mengikuti label kemasan dan Certificate of Analysis produsen
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, terlindung cahaya, wadah tertutup rapat

Simpan bahan ini dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di lemari bahan kimia yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, serta terlindung dari cahaya matahari langsung. Jauhkan dari oksidator kuat, asam kuat, dan sumber panas atau nyala api. Saat menimbang dan memindahkan padatan, kenakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, serta bekerja di lemari asam untuk mencegah terhirupnya debu halus. Tutup kembali wadah segera setelah digunakan agar bahan tidak menyerap uap air. Bersihkan area kerja setelah selesai dan buang limbah melalui jalur limbah kimia laboratorium.

—