TCI D4792 Dichloro(1,5-cyclooctadiene)ruthenium(II) Polymer adalah prekursor katalis rutenium berbentuk polimer koordinasi, di mana pusat logam rutenium(II) terikat pada ligan diena 1,5-siklooktadiena dan dijembatani oleh ligan klorida. Bahan ini merupakan salah satu titik masuk paling praktis menuju kimia organologam rutenium karena ligan COD dan klorida relatif mudah digantikan oleh fosfina, karbena N-heterosiklik, atau ligan pendonor lain. Di laboratorium, senyawa ini dipakai untuk menyiapkan katalis rutenium aktif secara in situ maupun melalui isolasi kompleks antara.
Sifat yang membuat bahan ini dipilih adalah kestabilannya sebagai padatan polimer yang mudah ditangani dan disimpan, dipadukan dengan labilitas ligan yang tinggi ketika direaksikan pada pelarut yang sesuai dan suhu naik. Struktur polimerik menjadikannya sedikit larut dalam pelarut organik umum, namun ikatan jembatan kloridanya terputus saat ligan pendonor kuat ditambahkan, menghasilkan kompleks mononuklir yang larut dan aktif secara katalitik. Rutenium sendiri dikenal sebagai logam yang serbaguna dalam katalisis: berperan pada aktivasi ikatan C–H, hidrogenasi transfer, metatesis, serta polimerisasi terbuka cincin, dan bahan ini menjadi sumber rutenium yang ekonomis untuk keperluan tersebut.
Di laboratorium Indonesia, prekursor ini relevan bagi kelompok riset katalisis, kimia anorganik dan organologam, serta sintesis organik lanjut di perguruan tinggi dan lembaga penelitian yang mengembangkan reaksi berkatalis logam transisi. Kemasan 1 g dan 5 g sesuai dengan pemakaian katalis yang umumnya hanya beberapa persen mol terhadap substrat.
- Katalisis aktivasi ikatan C–H: menjadi sumber rutenium untuk membentuk katalis aktif yang mengarahkan fungsionalisasi langsung ikatan C–H aromatik tanpa prafungsionalisasi substrat.
- Prekursor kompleks rutenium-fosfina: ligan COD dan klorida yang labil mudah digantikan fosfina sehingga banyak katalis hidrogenasi disiapkan dari bahan awal ini.
- Reaksi hidrogenasi transfer: kompleks rutenium turunannya dikenal efektif memindahkan hidrogen dari donor seperti isopropanol atau format ke keton dan imina.
- Polimerisasi metatesis pembukaan cincin: rutenium merupakan logam pilihan untuk katalis metatesis, dan prekursor ini dipakai menyiapkan sistem katalitik pada kajian polimer.
- Sintesis kompleks organologam untuk riset dasar: kelabilan ligannya memudahkan pertukaran ligan terkendali sehingga cocok untuk mempelajari struktur dan mekanisme koordinasi rutenium.
| Merek | TCI (kode produk D4792) |
|---|---|
| Nomor CAS | 50982-12-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > C-H Activation [Catalysis] |
| Ukuran kemasan | 1 g dan 5 g |
| Bentuk fisik | padatan polimer koordinasi berwarna coklat gelap |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, sebaiknya di bawah atmosfer gas lembam |
Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, sebaiknya di dalam desikator atau di bawah atmosfer gas lembam seperti nitrogen atau argon agar kompleks tidak terdegradasi oleh kelembapan dan oksigen. Gunakan teknik Schlenk atau kotak sarung tangan bila akan menyiapkan katalis aktif. Timbang di lemani asam atau lemari asam dengan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan pelindung mata, serta hindari terhirupnya debu halus senyawa logam. Kumpulkan seluruh limbah yang mengandung rutenium pada wadah limbah logam berat berlabel untuk penanganan atau pemulihan logam sesuai prosedur laboratorium.
- (2014). Synthesis, Characterization of Substituted Piperdin-4-ones with Dichloro(cyclooctadiene)palladium(II). Chemical Science Transactions doi:10.7598/cst2014.734
- Butikofer dkk. (2004). Dichloro(norbornadiene)platinum(II): a comparison with dichloro(cyclooctadiene)platinum(II). Acta Crystallographica Section C Crystal Structure Communications doi:10.1107/s0108270104012491
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
