Hexamethylbenzene ruthenium(II) dichloride dimer adalah senyawa kimia yang digunakan dalam reaksi aktivasi C-H dalam bidang katalisis inorganik. Bahan ini berperan sebagai katalis efektif dalam berbagai reaksi kimia yang memerlukan aktivasi ikatan karbon-hidrogen. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan untuk mempercepat reaksi kimia yang kompleks dengan memperkenalkan reaktivitas pada atom karbon yang biasanya tidak reaktif.
Karakteristik utama dari senyawa ini adalah kemampuannya untuk berfungsi sebagai katalis yang sangat spesifik dan efisien. Struktur kimianya yang kompleks memungkinkan interaksi yang unik dengan substrat, sehingga meningkatkan efisiensi reaksi. Selain itu, senyawa ini memiliki stabilitas kimia yang baik dalam kondisi tertentu, membuatnya cocok untuk penggunaan dalam lingkungan laboratorium yang ketat.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik dan inorganik. Peneliti di berbagai institusi pendidikan dan lembaga penelitian sering memanfaatkan senyawa ini untuk eksperimen yang memerlukan aktivasi C-H, seperti sintesis senyawa kompleks atau modifikasi molekul organik.
- Reaksi aktivasi C-H digunakan untuk mengubah struktur molekul organik secara spesifik.
- Sintesis senyawa kompleks memerlukan katalis yang mampu mempercepat reaksi kimia.
- Penelitian katalisis inorganik membutuhkan senyawa dengan sifat kimia yang stabil dan spesifik.
- Eksperimen kimia organik memerlukan bahan yang mampu memperkenalkan reaktivitas pada atom karbon.
- Pengembangan metode katalitik baru membutuhkan senyawa yang efisien dan mudah diakses.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 67421-02-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > C-H Activation [Catalysis] |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara, jauh dari cahaya matahari langsung dan kelembapan. Penyimpanan dalam lingkungan kering dan dingin akan mempertahankan stabilitas kimianya. Saat menangani bahan ini, pengguna harus memakai sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau pernapasan. Wadah harus ditempatkan di area yang aman dan terpisah dari bahan kimia lain yang tidak kompatibel.
- Shin dkk. (2006). Pentamethylcyclopentadienyl Ruthenium(III) vs. Hexamethylbenzene Ruthenium(II) in Sulfur‐Centered Reactivity of Their Thioether‐Thiolate and Allied Complexes. ChemInform doi:10.1002/chin.200630251
- Le Bozec dkk. (1991). Activation of 1-alkynes by hexamethylbenzene-ruthenium(II) derivatives. Synthesis and characterization of alkoxyalkylcarbene-ruthenium(II) complexes via highly reactive vinylidene intermediates. Organometallics doi:10.1021/om00054a045
- Shin dkk. (2006). Pentamethylcyclopentadienyl Ruthenium(III) vs Hexamethylbenzene Ruthenium(II) in Sulfur-Centered Reactivity of Their Thioether-Thiolate and Allied Complexes. Accounts of Chemical Research doi:10.1021/ar050077y
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
