Dihydromyricetin adalah senyawa alami yang berasal dari tanaman tertentu dan digunakan secara luas dalam penelitian ilmu hayat. Sebagai salah satu komponen aktif dari ekstrak tanaman, senyawa ini memiliki potensi dalam berbagai bidang seperti farmakologi, biokimia, dan penelitian kesehatan. Dalam laboratorium, Dihydromyricetin sering digunakan sebagai bahan baku untuk eksperimen yang melibatkan analisis senyawa bioaktif. Bahan ini juga menjadi bahan penting dalam pengembangan produk farmasi dan suplemen kesehatan.
Dihydromyricetin memiliki karakteristik kimia yang stabil dan kemampuan larut yang baik dalam pelarut organik. Sifat-sifat ini membuatnya mudah digunakan dalam berbagai proses kimia dan biokimia. Selain itu, senyawa ini memiliki sifat antioksidan yang kuat, yang menjadikannya bahan yang menarik untuk penelitian tentang efek antioksidan pada tubuh manusia. Karena sifat tersebut, Dihydromyricetin sering dipilih untuk eksperimen yang memerlukan senyawa dengan aktivitas biologis tinggi.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, Dihydromyricetin digunakan oleh peneliti di berbagai institusi akademik dan lembaga penelitian. Bahan ini menjadi alat penting dalam studi tentang senyawa alami dan pengembangan obat baru. Sebagai bahan penelitian, Dihydromyricetin mendukung kegiatan ilmiah yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang mekanisme biologis dan efek farmakologis senyawa tertentu.
- Penelitian tentang efek antioksidan pada sel manusia
- Pengembangan produk farmasi berbasis senyawa alami
- Analisis komponen aktif dari ekstrak tanaman
- Eksperimen biokimia untuk mengevaluasi aktivitas enzim
- Studi tentang mekanisme kerja senyawa bioaktif dalam tubuh
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 27200-12-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Biochemicals and Reagents |
| Ukuran kemasan | 200mg, 1g |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Dihydromyricetin harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya matahari langsung untuk menjaga kualitasnya. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam suhu kamar dan di tempat yang kering. Karena sifat kimianya yang stabil, risiko reaksi kimia dengan bahan lain rendah, tetapi tetap perlu dihindari kontak dengan bahan beracun atau korosif. Selama penyimpanan dan penggunaan, peneliti harus mengenakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah paparan langsung.
- Chen dkk. (2024). The Effect of Dihydromyricetin (DMY) on the Mechanism of Soy Protein Isolate/Inulin/Dihydromyricetin Interaction: Structural, Interfacial, and Functional Properties. Foods doi:10.3390/foods13213488
- Chen dkk. (2024). Mechanism of Dihydromyricetin-Induced Reduction of Furfural Derived from the Amadori Compound: Formation of Adducts between Dihydromyricetin and Furfural or Its Precursors. Journal of Agricultural and Food Chemistry doi:10.1021/acs.jafc.4c01388
- Zhang dkk. (2025). Dihydromyricetin-hordein-hyaluronic acid complex nanoparticles as delivery systems for dihydromyricetin: Physicochemical properties and in vitro bioaccessibility. International Journal of Biological Macromolecules doi:10.1016/j.ijbiomac.2025.145818
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
