2,6-Dichloroquinoxaline adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia yang melibatkan pembentukan struktur aromatik kompleks. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan pembangun (building block) yang sangat penting untuk pengembangan senyawa baru, terutama dalam bidang farmakologi dan material kimia. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, senyawa ini menjadi pilihan utama para peneliti yang ingin menghasilkan senyawa dengan struktur tertentu.
2,6-Dichloroquinoxaline memiliki struktur molekul yang kompleks dengan dua atom klorin yang terikat pada posisi 2 dan 6. Sifat ini membuatnya sangat cocok untuk reaksi substitusi dan reaksi lain yang memerlukan pengaruh elektrofilik atau nukleofilik. Karakteristik ini juga memungkinkan senyawa ini digunakan dalam berbagai reaksi kimia yang memerlukan pengontrolan presisi tinggi. Selain itu, senyawa ini memiliki stabilitas kimia yang baik, sehingga cocok untuk penyimpanan jangka panjang dan penggunaan berulang.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam pengembangan senyawa obat dan material inovatif. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini sebagai bahan baku untuk eksperimen yang memerlukan struktur heterosiklik yang kompleks. Ketersediaan dan kualitasnya yang tinggi menjadikannya pilihan utama di berbagai bidang ilmu kimia di Indonesia.
- Sintesis senyawa farmakologis dengan struktur heterosiklik kompleks
- Pengembangan material kimia dengan sifat tertentu
- Reaksi substitusi elektrofilik untuk modifikasi struktur molekul
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa aromatik
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 18671-97-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Penyimpanan di suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Karena sifat kimianya yang relatif stabil, risiko reaksi kimia dengan bahan lain kecil, tetapi tetap perlu dihindari kontak dengan bahan berlebihan atau bahan kimia yang tidak kompatibel. Dalam penanganan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menjaga keamanan di laboratorium.
- (2000). Novel dichloroquinoxaline CXCR receptor antagonists. Expert Opinion on Therapeutic Patents doi:10.1517/13543776.10.1.121
- Chura dkk. (2003). The Reaction of Sodium 4‐Acetylaminobenzenethiosulfonate with 2,3‐Dichloroquinoxaline.. ChemInform doi:10.1002/chin.200326176
- Ali dkk. (2012). ChemInform Abstract: Regioselective Suzuki—Miyaura Cross‐Coupling Reactions of 2,6‐Dichloroquinoxaline.. ChemInform doi:10.1002/chin.201239187
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
