Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 5754-34-7

2-(2,2-Dimethyl-1,3-dioxolan-4-yl)ethan-1-ol TCI D5914

2-(2,2-Dimethyl-1,3-dioxolan-4-yl)ethan-1-ol TCI D5914

Identitas Kimia

Nama lain
4-(2-Hydroxyethyl)-2,2-dimethyl-1,3-dioxolane · 2-(2,2-Dimethyl-1,3-dioxolan-4-yl)ethanol
No. CAS
5754-34-7
PubChem
CID 4219754·SID 468591640
Rumus molekul
C7H14O3
Berat molekul
146.19 g/mol
Kemurnian
>90.0%(GC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-(2,2-dimethyl-1,3-dioxolan-4-yl)ethanol
SMILES
CC1(OCC(O1)CCO)C
InChIKey
YYEZYENJAMOWHW-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL03701622
Harga reguler Rp 1.803.900,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.803.900,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D5914 dengan nomor CAS 5754-34-7 adalah 2-(2,2-Dimethyl-1,3-dioxolan-4-yl)ethan-1-ol, senyawa yang menggabungkan gugus hidroksil bebas dengan diol yang telah terlindungi sebagai asetonida dalam bentuk cincin 1,3-dioksolan. Bahan ini berperan sebagai building block non-heterosiklik yang sangat berguna ketika peneliti perlu memodifikasi satu gugus hidroksil secara selektif sementara dua gugus hidroksil lain tetap terlindungi. Di laboratorium, senyawa ini banyak digunakan sebagai prekursor rantai tiga karbon berfungsi ganda dalam pembangunan kerangka poliol, lipid, dan berbagai molekul target yang membutuhkan pengendalian gugus fungsi secara bertahap.

Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah strategi perlindungan yang praktis dan mudah dibalik. Gugus asetonida stabil pada kondisi basa dan netral serta terhadap banyak reagen organologam maupun reduktor, namun dapat dilepas dengan mudah pada kondisi asam berair untuk memunculkan kembali diol vicinal. Gugus hidroksil primer yang tersisa bersifat reaktif normal sehingga siap diubah menjadi tosilat, mesilat, halida, aldehida, asam karboksilat, ester, atau eter melalui reaksi yang telah baku. Sifat cair pada suhu ruang memudahkan penakaran volumetrik, pencampuran, dan pemurnian dengan distilasi maupun kromatografi kolom.

Bagi laboratorium di Indonesia, senyawa ini relevan untuk riset sintesis organik di perguruan tinggi, laboratorium kimia bahan alam, serta pengembangan senyawa aktif dan surfaktan. Kemasan 1 g dan 5 g cocok untuk pekerjaan skala milimol yang menjadi ciri penelitian metodologi, penyiapan intermediat untuk uji aktivitas, atau praktikum lanjutan mengenai strategi perlindungan gugus fungsi yang menuntut bahan bermutu terkendali.

  • Sintesis bertahap senyawa poliol, karena asetonida melindungi diol vicinal sehingga hanya gugus hidroksil primer yang bereaksi pada tahap yang diinginkan peneliti.
  • Penyiapan intermediat lipid dan gliserolipid, sebab kerangka dioksolan-etanol menyediakan tulang punggung yang mudah diesterifikasi lalu dideproteksi menjadi diol.
  • Pembuatan gugus pergi seperti tosilat atau mesilat, karena hidroksil primer bebas mudah diaktifkan untuk reaksi substitusi nukleofilik selanjutnya yang terkendali.
  • Oksidasi terkendali menjadi aldehida atau asam karboksilat, mengingat gugus pelindung asetonida bertahan baik terhadap banyak kondisi oksidasi yang lazim digunakan.
  • Pengajaran dan studi strategi perlindungan gugus fungsi, sebab senyawa ini memperagakan secara jelas prinsip proteksi selektif dan deproteksi pada kondisi asam berair.

Merek TCI
Nomor CAS 5754-34-7
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik cairan (rujuk label dan Certificate of Analysis kemasan)
Penyimpanan simpan tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, jauh dari asam kuat sesuai anjuran produsen

Simpan cairan ini dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari asam kuat karena kondisi asam dapat membuka cincin asetonida dan merusak gugus pelindung. Hindari pula kelembapan berlebih serta paparan panas berkepanjangan. Gunakan pipet atau syringe kering untuk mengambil bahan agar kemasan induk tetap bersih, dan tutup segera setelah penakaran. Kenakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan pelindung mata, serta bekerja di lemari asam untuk mengurangi paparan uap. Baca Safety Data Sheet resmi sebelum penggunaan.

—