2-(2,6-Dioxopiperidin-3-yl)-5-fluoroisoindoline-1,3-dione adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian farmakologi dan pengembangan obat. Bahan ini termasuk dalam kategori reagen untuk penelitian Proteolysis Targeting Chimera (PROTAC), yang merupakan pendekatan inovatif dalam pengembangan obat modern. Senyawa ini berperan sebagai modulator yang memfasilitasi interaksi antara target protein dan E3 ubiquitin ligase, sehingga memungkinkan degradasi spesifik protein yang berperan dalam penyakit.
Senyawa ini memiliki struktur kompleks yang memungkinkan interaksi spesifik dengan protein target. Sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali membuatnya menjadi pilihan yang tepat dalam lingkungan laboratorium. Ketersediaan dalam bentuk padat dan kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi kimia tertentu menjadikannya sangat relevan dalam penelitian biokimia dan farmakologi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian terapan untuk pengembangan obat baru, terutama dalam bidang onkologi dan penyakit metabolik. Peneliti di berbagai institusi riset menggunakan bahan ini untuk memahami mekanisme aksi protein dan mengembangkan terapi yang lebih efektif dan spesifik.
- Penelitian PROTAC untuk pengembangan obat yang memanfaatkan mekanisme degradasi protein
- Uji aktivitas biologis senyawa baru dalam model sel kanker
- Analisis interaksi molekuler antara target protein dan E3 ubiquitin ligase
- Pengembangan modulator protein untuk terapi penyakit genetik
- Studi struktur-aktivitas (SAR) untuk optimisasi senyawa farmakologis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 835616-61-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Pharmaceutical Development and Drug Discovery Research Reagents > Proteolysis Targeting Chimera Research Reagents |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering, menjauh dari sumber cahaya langsung dan paparan udara. Karena sifat kimianya yang relatif stabil, pemrosesan dan penggunaan dapat dilakukan dengan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk menghindari kontaminasi atau reaksi tidak diinginkan.
—
