2-(2,6-Dioxopiperidin-3-yl)-1,3-dioxoisoindoline-4-carboxylic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan farmasi, khususnya dalam bidang penelitian Proteolysis Targeting Chimera (PROTAC). Senyawa ini berperan sebagai reagen yang mendukung pengembangan molekul yang dapat memfasilitasi degradasi protein target melalui mekanisme proteolitik. Dalam lingkungan laboratorium, senyawa ini sering digunakan untuk menguji interaksi molekuler dan memahami proses biologis yang kompleks.
Senyawa ini memiliki struktur kimia kompleks yang memungkinkan interaksi spesifik dengan protein target. Sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali membuatnya menjadi pilihan yang tepat dalam penelitian farmakologis. Selain itu, kemurnian tinggi dan konsistensi dalam produksi memastikan hasil yang akurat dan dapat diandalkan dalam eksperimen ilmiah.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan oleh peneliti di berbagai institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian untuk studi tentang pengembangan obat dan terapi target protein. Karena kebutuhan akan inovasi dalam bidang kesehatan, senyawa ini menjadi alat penting dalam upaya peningkatan pemahaman dan pengembangan terapi baru.
- Penelitian pengembangan obat untuk memahami mekanisme degradasi protein target
- Uji interaksi molekuler dalam studi farmakologis dan biokimia
- Pengembangan reagen untuk penelitian PROTAC dalam bidang farmasi
- Studi struktur-aktivitas untuk mengevaluasi efektivitas senyawa baru
- Analisis kimia untuk memvalidasi kualitas dan konsistensi produk farmasi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1547163-38-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Pharmaceutical Development and Drug Discovery Research Reagents |
| Ukuran kemasan | 100mg, 1g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan dingin |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung. Penyimpanan dalam suhu ruangan yang stabil dan kering sangat dianjurkan. Selama penggunaan, pastikan untuk mengenakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit atau mata, serta jangan menghirup uapnya. Penanganan harus dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan keselamatan dan presisi dalam eksperimen.
—
