2,3-Dihydroxyterephthalaldehyde adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Senyawa ini memiliki struktur yang terdiri dari dua gugus hidroksil yang terikat pada atom karbon yang berdekatan, sehingga memberikan sifat reaktif yang tinggi. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan pembangun (building block) untuk menghasilkan senyawa-senyawa dengan struktur tertentu, seperti obat, bahan kimia industri, atau senyawa dengan aktivitas biologis.
Karena struktur kimianya yang kompleks dan reaktivitas yang tinggi, 2,3-Dihydroxyterephthalaldehyde menjadi pilihan yang ideal dalam reaksi kimia yang memerlukan pengikatan gugus fungsi tertentu. Senyawa ini juga memiliki stabilitas yang cukup baik dalam kondisi laboratorium yang terkendali, sehingga memudahkan proses sintesis dan penggunaan dalam berbagai aplikasi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam studi tentang sintesis senyawa aktif biologis dan pengembangan bahan kimia baru. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti untuk mengakses bahan yang diperlukan untuk eksperimen mereka.
- Sintesis senyawa aktif biologis karena kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsi.
- Pembuatan senyawa kimia industri yang memerlukan struktur tertentu dan reaktivitas tinggi.
- Pengembangan obat baru melalui reaksi kimia yang memanfaatkan sifat reaktif senyawa ini.
- Penelitian tentang reaktivitas dan stabilitas senyawa organik kompleks.
- Pemrosesan bahan kimia dalam skala kecil untuk eksperimen laboratorium.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 148063-59-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 200mg, 1g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari paparan udara dan cahaya. |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan udara serta cahaya untuk mempertahankan kualitasnya. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Saat mengambil dan menggunakan senyawa ini, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk mencegah risiko kecelakaan.
- Ji dkk. (2024). Studies on the SYNTHETIC Method of 2,5-Dihydroxyterephthalaldehyde. Academic Journal of Science and Technology doi:10.54097/pgb2qm78
- Krishnan dkk. (2000). Synthesis, characterization and catalytic activity of polynuclear manganese complexes of 2,5-dihydroxyterephthalaldehyde for epoxidation of olefins with H2O2. Journal of Molecular Catalysis A: Chemical doi:10.1016/s1381-1169(99)00435-5
- BORISENKO dkk. (1997). ChemInform Abstract: Intramolecular Hydrogen Bonding and Molecular Structure of 2,5‐ Dihydroxyterephthalaldehyde (I) and 4,6‐Dihydroxyisophthalaldehyde (II) : A Gas‐Phase Electron Diffraction and ab initio Molecular Orbital Study.. ChemInform doi:10.1002/chin.199714040
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
